Regional

Jelang Nataru, 9 Tol Baru Dioperasikan

×

Jelang Nataru, 9 Tol Baru Dioperasikan

Sebarkan artikel ini
IMG 20221219 175732

Wecare Jatim- Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan, baik tol maupun non-tol, menghadapi momen libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Saat ini jalan tol yang sudah beroperasi sepanjang 2.578 kilometer dan jalan nasional 46.690 kilometer.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, secara umum kesiapan infrastruktur jalan dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas saat Nataru kali ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu juga didukung dengan adanya penambahan ruas tol yang beroperasi pada 2022. Termasuk tol yang dioperasikan secara fungsional.

”Insya Allah, jalan sudah lebih bersih dari sebelumnya dengan dilakukan peningkatan kualitas dan estetika. Khususnya, di jalan tol melalui beautifikasi di 66 ruas tol dengan total panjang 1.405 kilometer,” ungkapnya, dilansir dari Jawapos.com, Selasa (20/12/2022).

Secara keseluruhan, kata Basuki, jalan tol di Jawa yang beroperasi sepanjang 1.670 kilometer. Dilengkapi 88 tempat istirahat dan pelayanan (TIP).

Untuk mendukung kesiapan lalu lintas pada Nataru tahun ini, sembilan ruas tol baru dioperasikan secara fungsional. ”Sebanyak 7 ruas jalan tol baru di Pulau Jawa dan 2 di Pulau Sumatera juga akan dioperasikan. Seluruh jalan tol fungsional itu sudah siap untuk dilalui,” kata Basuki.

Sembilan ruas tol tersebut meliputi tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (seksi 2 dan 3 Ranca Kalong–Sumedang, Sumedang–Cimalaka sepanjang 21 km), tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (seksi 2A Jaka Sampurna–Kayuringin–Ujung 4,8 km), tol Krian–Legundi–Bunder–Manyar (tahap I Junction Wringinanom 7,4 km), dan tol Semarang–Demak (seksi 2 Sayung–Demak 16,31 km).

Kemudian, tol Cinere–Jagorawi (seksi 3A Kukusan–Cinere 3 km), tol Ciawi–Sukabumi (seksi 2 Cigombong–Cibadak 11,9 km), dan tol Jakarta–Cikampek Selatan (segmen Sadang–Kutanegara 8,5 km). Lalu, dua ruas tol di Sumatera adalah tol Sigli–Banda Aceh (seksi 5 dan 6 Blang Bintang– Kutobaro–SS Baitussalam 12,3 km), dan tol Kuala Tanjung Tebing Tinggi–Parapat (seksi 1 Tebing Tinggi–Indrapura 20,4 km).

Dia menambahkan, semua pekerjaan konstruksi di jalan tol maupun non-tol dihentikan sejak H-10. Karena itu, Basuki mengimbau pengguna jalan untuk tidak hanya memanfaatkan jalan tol sebagai jalur lalu lintas Nataru, tetapi juga jalan-jalan nasional yang rata-rata sudah dalam kondisi kemantapan 91,8 persen.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pengamanan Nataru menjadi tugas rutin. Namun, kesiapan dan persiapan tetap harus optimal.

Dia memastikan sudah ada skema rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan terjadinya kemacetan. Baik rekayasa lalu lintas ganjil genap, contraflow, maupun one way. ”Sebelum kami laksanakan (rekayasa lalu lintas) itu, pasti kami akan sosialisasikan,” ujarnya.

Hal lain yang turut menjadi perhatian Polri adalah potensi terjadinya bencana dan kondisi darurat lainnya. Untuk itu, tidak kurang dari 166 ribu personel akan dikerahkan Polri dalam pengamanan Operasi Lilin tahun ini.

(Redaksi)