Regional

Limbah Pengolahan Udang di Situbondo Sebarkan Bau Busuk, Warga Mengeluh

×

Limbah Pengolahan Udang di Situbondo Sebarkan Bau Busuk, Warga Mengeluh

Sebarkan artikel ini
50c633f4bb0c.md

Wecarejatim.com, Situbondo – Warga desa Semiring, Kecamatan Mangaran mengeluhkan bau busuk yang berasal dari saluran pembuangan limbah pengolahan udang.

Camat Mangaran, Abdul Kadir langsung mendatangi lokasi usaha pengolahan udang, usai menerima keluhan warga.

Abdul Kadir meminta pemilik usaha tersebut agar menyediakan tempat khusus untuk pembuangan air bekas cucian udang. Supaya tidak ada yang dirugikan lagi.

Pria yang akrab disapa Kadir itu mengatakan, persoalan pencemaran lingkungan itu disebabkan pemilik usaha udang masih belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Maka, bekas air cucian udang itu dibuang ke saluran selokan warga, hingga menimbulkan bau.

“Tadi saya sudah mendatangi pemilik usaha udang. Prinsipnya kami meninjau aktivitas usaha dan meminta pemilik usaha memerhatikan air bekas cucian udang agar tidak dibuang sembarangan,” ujarnya Abdul Kadir saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (21/1/2025).

Kadir mengaku, pemilik usaha tersebut bersedia untuk membangun fasilitas pengelolaan air limbah udang. Dia menyadari bahwa akibat tindakan tersebut banyak warga yang dirugikan.

“Pembuatan IPAL ini nantinya melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Karena, mereka yang memahami betul bagaimana cara pembuatan fasilitas tersebut yang baik dan benar,” ucapnya.

Dikatakan, jika DLH tidak dilibatkan untuk pembuatan IPAL khawatir kurang sesuai. Ketika sudah digunakan nantinya justru tidak menyelesaikan masalah, karena masih mengeluarkan aroma bau. “Makanya kami gandeng DLH supaya mereka yang mendampingi pembuatan IPAL,” cetusnya.

Selain itu, Kadir menjelaskan, masalah aroma bau yang dialami oleh warga kini sudah ada solusi. Pemilik usaha udang memberikan cairan untuk mengurai bau busuk di saluran selokan warga.

“Tadi sudah diberi cairan untuk penghilang bau oleh pemilik usaha udang,” ucapnya.

Kemudian, Kadir menyebutkan, langkah berikutnya pemilik usaha bersama warga akan menggelar kerjabakti. Mereka membersihkan limbah yang menumpuk di saluran selokan. Pasalnya, aliran tersebut juga dipenuhi limbah rumah tangga.

“Pengerukan sedimentasi maupun membersihkan limbah-limbah yang ada di saluran selokan. Sehingga nantinya tidak ada bau lagi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga mengeluhkan oknum pengusaha udang di Desa Semiring, Kecamatan Mangaran dikeluhkan. Sebab, bekas air yang digunakan merendam udang dibuang ke dalam saluran selokan  yang melewati jalan umum. Sehingga menimbulkan bau busuk yang mengakibatkan pusing.

Sumber: Jatimtimes/Mid