Wecarejatim.com, Sampang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan pemerintah pusat hingga kini belum dirasakan oleh siswa di Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang.
Sejumlah guru dan orang tua murid menyuarakan harapan agar program tersebut segera direalisasikan, mengingat kebutuhan gizi anak di wilayah kepulauan terbilang mendesak.
Pulau Mandangin menjadi satu-satunya wilayah pesisir di Sampang yang belum tersentuh layanan MBG. Penyebabnya, pemerintah daerah belum bisa membangun Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) di pulau itu karena wilayah tersebut dinilai belum memenuhi standar higienis, terutama terkait ketersediaan air bersih sebagai syarat utama dapur MBG.
“Anak-anak di Mandangin juga berhak mendapatkan MBG seperti sekolah lain. Kami berharap segera ada solusi agar pelayanan ini bisa menyasar kepulauan,” ujar salah satu guru SD di Pulau Mandangin, melansir Radar Madura.
Pihak pemerintah daerah melalui Sekretariat Pelaksana Program MBG Kabupaten Sampang membenarkan bahwa program belum berjalan di Mandangin. Menurut mereka, penilaian kelayakan SPPG menunjukkan bahwa kondisi lingkungan dapur, sanitasi, dan kebutuhan air belum memenuhi standar operasional.
“Kita sudah melakukan pendataan dan verifikasi di Mandangin. Namun untuk mendirikan SPPG harus memenuhi standar higienitas, terutama soal air bersih. Ini yang masih belum terpenuhi,” jelas Sekretaris Program MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa Pemkab Sampang telah melaporkan kendala tersebut kepada pemerintah pusat untuk mencari solusi agar siswa di Mandangin tetap bisa mendapatkan layanan MBG tanpa harus menunggu pembangunan dapur permanen.
Keterlambatan layanan MBG di Mandangin semakin menyoroti persoalan dasar di pulau tersebut. Selain program gizi, warga Mandangin juga masih menghadapi kendala akses kesehatan, termasuk transportasi medis. Beberapa bulan terakhir, seorang pasien kritis bahkan terpaksa dievakuasi menggunakan perahu nelayan akibat kapal ambulans tidak beroperasi.
Warga berharap pemerintah memberikan perhatian serius, tidak hanya pada program MBG, tetapi juga pada kebutuhan infrastruktur dasar yang selama ini membatasi layanan publik di Mandangin.
“Kami ingin ada pemerataan. Baik pendidikan, kesehatan, maupun layanan sosial lainnya. Mandangin juga bagian dari Sampang,” tambah seorang warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan MBG dapat mulai disalurkan ke sekolah-sekolah di Pulau Mandangin.












