Mitos Soal Presiden RI Tak Akan Kunjungi Kediri

105 dilihat
Sendang Tirto Kamandanu lokasi di mana Prabu Jayabaya menyucikan diri sebejatimtimes P8dbfae949d935164.md
A-AA+A++

Wecarejatim.com, Kediri – Salah satu mitos yang cukup populer adalah bahwa kepala negara atau presiden takut untuk mengunjungi Kediri. Meskipun Kediri dikenal sebagai kota yang nyaman, makanannya enak, dan memiliki nilai historis yang kuat, ada alasan di balik kekhawatiran ini.

Menurut penelusuran Kisah Tanah Jawa yang berkunjung ke Kediri, Kediri memiliki makna mendalam yang terkait dengan konsep “jati diri” dan karomah yang berkaitan dengan para pemimpin bangsa.

Nama “Kediri” sendiri berasal dari kata “Ke” dan “Diri,” yang secara harfiah bisa diartikan sebagai “diri sendiri” atau jati diri. Artinya, siapa pun yang datang ke Kediri, jati dirinya yang sesungguhnya akan terungkap, tanpa ada kepura-puraan.

“Jati Diri, berarti sebenar-benarnya diri. Jadi mau pake topeng sebanyak apapun pasti akan terungkap juga aslinya. Jadi tidak ada kepura-puraan sama sekali. Kalau diibaratin kaya botol tapi transparan gitu, packagingnya ga ngaruh, isinya langsung keliatan.,” kata Bang Jaka, admin Kisah Tanah Jawa, melalui akun X resminya @kisahtanahjawa, Sabtu (24/8/2024).

Selain itu, Kediri juga identik dengan Prabu Jayabaya, seorang raja legendaris dari Kerajaan Kediri yang dipercaya memiliki pengaruh besar dalam sejarah Nusantara. Salah satu tempat penting yang berkaitan dengan Prabu Jayabaya adalah Sendang Tirta Kamandanu. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi di mana Prabu Jayabaya menyucikan diri sebelum menghilang atau moksa.

Di sendang tersebut terdapat pohon beringin yang disebut “Ringin Sembilan,” yang terdiri dari sembilan pohon beringin yang tumbuh menjadi satu. Pohon ini diyakini memiliki kekuatan mistis, dan di sekitarnya banyak terdapat pusaka kuno yang disebut sebagai “Pusaka Bangsa.”

“Fun fact, beringin ini pernah rubuh pada tahun 97. Rubuhnya beringin itu dianggap sebagai pertanda besar. Mengingat selepas tahun itu memang ada peristiwa besar yang terjadi di Indonesia,” jelas Bang Jaka.

Baca Juga: Sejarah Kopi Ijo Tulungagung yang Melegenda

Menurut Juru Kunci Sendang Tirta Kamandanu, pusaka yang berada di sekitaran Beringin Sembilan itu bukan pusaka sembarangan. Bukan pusaka yang sehari-hari kita temui melainkan disebut dengan Pusaka Bangsa.

“Konon, ketika ada yang diberikan wangsit untuk membawa salah satu pusaka dari sana; maka orang itu akan mendapatkan jabatan di negara,” ucap Bang Jaka.

Lantas Kenapa Presiden Takut ke Kediri? Pertanyaan ini selalu menimbulkan rasa penasaran, terutama bagi mereka yang mendalami sejarah dan mistisisme Jawa.

Baca juga: Soal Mitos Warga Lamongan Dilarang Nikahi Orang Kediri, Apa Sebabnya?

Menurut Bang Jaka, Kediri adalah cikal bakal nagari yang kelak akan menjadi Nusantara, yaitu Kerajaan Kediri. “Sering disebutkan, Kerajaan Medang Kamulang berpindah ke Jawa Timur, dimulai dari tepi sungai Brantas yang kelak menjadi Kerajaan Kediri,” kata Bang Jaka.

Kediri bisa dibilang sebagai pusat peradaban leluhur bangsa. “Kalo logikanya begitu, harusnya calon pemimpin bangsa malah mampir ke Kediri dong? Yak betul, menurut pandangan kami begitu,” tandas Bang Jaka.

Bahkan orang-orang terdahulu pun berpindah ke Kediri untuk mendapatkan karomah dan pusaka bangsa. Dengan demikian orang-orang yang terpilih oleh leluhur yang sejatinya layak menjadi pemimpin bangsa.

“Kata kuncinya ada di mendapat karomah,” kata Bang Jaka.

Berdasarkan penuturan dari juru kunci yang diwawancarai oleh tim Kisah Tanah Jawa, ada keyakinan bahwa Kediri adalah pemilik “mahkota” kerajaan Nusantara. Hal ini berarti, jika seorang pemimpin negara, seperti presiden, mengunjungi Kediri, maka secara simbolis ia akan “mengembalikan mahkota” tersebut kepada Kediri. Dalam kata lain, ia akan dianggap menyerahkan kekuasaannya.

“Pemimpin yang datang ke Kediri tanpa karomah, akan menghadapi masalah besar,” demikian ungkap juru kunci tersebut, sebagaimana diungkap Bang Jaka Kisah Tanah Jawa dalam utas yang di

Sumber: Jatimtimes/Mid

Pos Terkait

Pos Terkait