Wecarejatim.com, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan kesiapan pembukaan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan gratis bagi seluruh siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, dengan modifikasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Pahlawan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pendidikan gratis sudah diterapkan untuk jenjang SD hingga SMP, sementara tingkat SMA dibantu oleh pemerintah provinsi. Sekolah Rakyat nantinya akan menjadi pelengkap dalam menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.
“Di Surabaya, pendidikan SD hingga SMP sudah gratis. Bahkan, untuk tingkat SMA sudah digratiskan melalui intervensi pemerintah provinsi,” ujar Eri Cahyadi, Senin (17/3/2025).
Selain Sekolah Rakyat, Pemkot Surabaya juga telah menjalankan Program Sekolah Bibit Unggul sejak Agustus 2024. Program ini lebih dari sekadar pendidikan gratis, tetapi juga menjamin kelanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi serta penyediaan akomodasi bagi siswa miskin.
Salah satu tantangan dalam pendirian Sekolah Rakyat di Surabaya adalah keterbatasan lahan, karena aturan pemerintah provinsi mensyaratkan lahan minimal 5 hektare untuk pendirian sekolah baru. Pemkot Surabaya tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi guna mencari solusi terbaik.
“Kami sudah sampaikan bahwa di Surabaya sulit mendapatkan lahan seluas itu. Maka, kami akan berdiskusi lebih lanjut agar program ini tetap bisa berjalan,” ujar Wali Kota Eri.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Anna Fajriatin, menyebut bahwa pihaknya tengah mendata keluarga rentan ekonomi yang akan menjadi sasaran utama program ini. Data tersebut akan diselaraskan dengan Dinas Pendidikan guna memastikan anak-anak yang berhak mendapatkan fasilitas Sekolah Rakyat.
Selain fasilitas akademik, Sekolah Rakyat juga akan diperkuat dengan kurikulum berbasis nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila, sesuai dengan arahan Menteri Sosial.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan karakter yang kuat agar siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial,” kata Anna.
Dengan berbagai persiapan ini, Pemkot Surabaya optimistis Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi pendidikan inklusif dan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu, sekaligus memperkuat komitmen kota dalam menciptakan generasi unggul di masa depan.










