Wecarejatim.com, Madiun – Kasus demam berdarah (DB) kembali menjangkiti warga Kota Madiun. Itu terjadi seiring musim penghujan.
Kepala Dinkes-PPKB Madiun, Denik Wuryani menyebut, petugas puskesmas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) jika menemukan kasus DBD. Jika memenuhi syarat fogging, petugas bergerak melakukan pengasapan.
Selain itu Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggalakkan PSN 3M plus. Yakni Menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti, plus menggunakan lotion anti nyamuk.
“Apalagi musim penghujan ini ya, banyak perindukan nyamuk di sekitar rumah. Makanya lingkungannya harus benar-benar dibersihkan,” ungkapnya disela-sela kegiatan fogging di Perumahan Panorama Wilis dan Raya, Kelurahan Pandean, Senin (5/2/2024).
Denik mengakui, di awal tahun ini sudah ada lebih 10 kasus DB di Kota Madiun. Baik di rawat di rumah, maupun di rumah sakit.
Ketika masyarakat mengalami demam lebih dua hari, disarankan untuk segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Adapun gejala DB, kata dr. Denik, penderita mengalami panas tinggi, naik turun.
Bahkan menurutnya, gejala DB hampir sama seperti flu. Yakni nyeri pada tubuh, dan pusing.
“Kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Kebersihan lingkungan dengan PSN 3M plusnya harus tetap dilaksanakan,” katanya mengakhiri.







