News

Nasdem Jatim Enggan Mengganti Ketua DPD Surabaya Meski Sudah 8 Pengurus Mundur

×

Nasdem Jatim Enggan Mengganti Ketua DPD Surabaya Meski Sudah 8 Pengurus Mundur

Sebarkan artikel ini
IMG 20230201 040510

Wecare Jatim- DPD Partai NasDem Surabaya bergejolak setelah 8 pengurus menyatakan mundur dari kepengurusan.

Para pengurus mundur salah satunya karena Ketua DPD NasDem Surabaya Robert Simangunsong tidak transparan soal dana bantuan politik (banpol).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPW NasDem Jatim Bidang Media dan Komunikasi Publik Vinsensius Awey menegaskan pihaknya belum berencana mencopot Ketua DPD NasDem Surabaya Robert Simangunsong.

“Jadi Ketua DPW NasDem Jatim Bu Sri Sajekti Sudjunadi telah meminta kedua belah pihak untuk menahan diri. Sebaiknya, ego masing-masing kader dikesampingkan dan lebih mengutamakan kepentingan partai,” kata Awey, dilansir dari Detikjatim.com, Rabu (1/2/2023).

“Dalam mekanisme NasDem, urusan DPD ada di tangan DPW. Sekalipun DPD berkirim surat ke DPP, namun penyelesaiannya tetap oleh DPW. Masalah di DPD NasDem Surabaya, Kakak Jeanette (sapaan Ketua NasDem Jatim) telah mengajak pengurus DPD untuk bertemu. Intinya, bagaimana dapat berkonsolidasi kembali,” lanjutnya.

Awey menyebut NasDem Jatim tidak ingin konflik tersebut berlarut. Apalagi sampai menyebabkan pengurus NasDem keluar dari partai.

“Prinsipnya, tak ada yang dikorbankan, baik Ketua DPD maupun pengurus DPD yang lain. Ketua DPD, pengurus, maupun DPC, tidak ingin ada perpecahan,” katanya.

Awey juga mengungkapkan, Ketua NasDem Jatim sudah berusaha bersikap adil dengan menemui masing-masing pihak, baik itu Robert, maupun 8 pengurus yang menyatakan mundur. Dalam pertemuan itu, Awey menyebut NasDem di Jatim mempunyai target besar untuk mendapatkan banyak kursi di pemilu 2024.

“Pemilu 2024 kan sebentar lagi. Kami tentu tidak ingin perpecahan di sini. Pun apabila ada perbedaan leadership style ataupun tugas yang belum diselesaikan Kakak Robert, Ketua telah memiliki pertimbangan sendiri,” jelasnya.

Mantan Anggota DPRD Kota Surabaya ini meminta seluruh kader solid dan tidak pecah. Sebab, Pemilu 2024 tinggal setahun lagi dan sudah tidak memungkinkan untuk merombak secara keseluruhan pengurus.

(Redaksi)