Wecarejatim.com, Sumenep — Pemadaman listrik yang melanda Kepulauan Kangean dan Raas dalam beberapa hari terakhir memicu keresahan masyarakat. Keluhan warga ramai disuarakan melalui media sosial, termasuk di akun Facebook dan Instagram Kangeanesia. Salah satu pengguna, Mamanx Alos, menulis keluhannya,
“4 are laan mate PLN renna tak anyabe… ada apa sebenarnya? Solar juga habis di mana-mana, sebentar lagi bensin menyusul. Sampai kapankah penderitaan ini berakhir?”
Unggahan tersebut menggambarkan kondisi sulit masyarakat yang kini terdampak, terutama para pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik dan bahan bakar. Aktivitas ekonomi di Kangean dikabarkan banyak terhenti karena keterbatasan solar dan gangguan listrik.
Sementara itu, di Pulau Raas, warga menggelar aksi protes menuntut kejelasan dari PLN atas padamnya listrik yang berkepanjangan.
Menanggapi hal tersebut, Manager PLN ULP Kangean, Hairul Ismail, meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus bekerja maksimal agar pelayanan listrik dapat segera kembali normal.
“Permasalahan di Pulau Kangean belum sepenuhnya normal, terutama di Desa Torjhek dan Kangayan. Ada anomali jaringan yang melintas di daerah hutan, dan tim kami masih menyelidiki penyebab gangguan tersebut,” jelas Hairul.
Lebih lanjut, Hairul juga mengungkapkan bahwa gangguan di Pulau Raas memiliki penyebab berbeda.
“Awalnya ada alarm di mesin 5. Setelah dilakukan pemeliharaan dan pengurangan beban, ditemukan permasalahan tambahan di mesin 1 dan 2 yang tidak kompatibel. Kami sedang melakukan perbaikan menyeluruh agar sistem kembali stabil,” ujarnya.
PLN memastikan bahwa upaya perbaikan di kedua pulau tersebut terus dilakukan dengan dukungan tim teknis di lapangan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.












