Wecarejatim.com, Situbondo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, melakukan penyortiran sebanyak 498 surat suara rusak untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur dan pemilihan bupati dan wakil bupati Situbondo.
Ketua KPU Kabupaten Situbondo, Hadi Prayitno mengaku, ia telah melaporkan sejumlah surat suara rusak tersebut ke KPU RI agar diganti sejumlah surat suara yang dibutuhkan sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 2,5 persen surat suara cadangan.
“Kami sudah melaporkan ke KPU RI dan dalam waktu dekat akan segera diganti,” ucapnya, Kamis (7/11/2024).
Hadi Prayitno merinci, surat suara yang rusak untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Situbondo ada sebanyak 389 lembar, dan surat suara rusak untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur sebanyak 109 lembar.
“Surat suara untuk pemilihan bupati dan wakil bupati dilakukan pelipatan dan penyortiran pertama kali, kemudian menyusul surat suara yang pilgub,” bebernya.
Hadi Prayitno mengatakan bahwa kerusakan surat suara disebabkan beberapa hal di antaranya terdapat noda tinta, surat suara terpotong, warna buram dan surat suara robek.
Dalam pelipatan dan penyortiran surat suara, KPU melibatkan sebanyak 100 orang lebih, mayoritas emak-emak dan sebagian kecil kaum difabel. Mereka bekerja selama empat hari mulai Jumat, 1 -4 November 2024.
Jumlah surat suara yang diterima KPU pada pengiriman logistik tahap dua sudah rampung yakni sebanyak 522.693 lembar untuk pemilihan bupati dan wakil bupati dan sebanyak 520.693 lembar untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.
“Jumlah tersebut termasuk 2,5 persen surat suara tambahan dari total surat suara yang diterima KPU. Ditambah 2.000 lembar surat suara jika terjadi pemilihan ulang,” bebernya.
Pilkada Serentak 2024 akan dilaksanakan pada bulan ini, yakni 27 November. KPU telah mencatat sebanyak 507.507 pemilih masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mereka disebar di 1.030 tempat pemungutan suara (TPS), lima di antaranya adalah TPS khusus yang berada di Rutan Situbondo dan di empat pondok pesantren di Situbondo.
Sumber: RRI/Mid







