Wecarejatim.com, Madiun – Tiga narapidana kasus terorisme (napiter) di Lapas Kelas I Madiun berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengucapan ikrar itu berlangsung di Lapas I Madiun.
Hadir, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jawa Timur, Kamis siang (22/2/2024).
Tiga napiter tersebut masing-masing RBM (40). Ia sebelumnya terlibat jaringan Jamah Islamiyah (JI) dan divonis lima tahun penjara. Kemudian B (37), sebelumnya terlibat Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan divonis lima tahun penjara. Serta H (37) terlibat JAD dengan vonis tiga tahun penjara.
Kadivpas Kanwil Kemenkumham Jatim, Asep Sutandar mengatakan, tiga napiter yang telah berikrar setia kepada NKRI itu merupakan bentuk keberhasilan pembinaan yang dilakukan pihak lapas di bawah arahan Kalapas I Madiun, Kadek Anton Budiharta. Yaitu pembinaan kepribadian dan kemandirian.
“Pada dasarnya di lapas ini ada dua program pembinaan, yaitu kemandirian dan kepribadian. Nah dua program itu dijalankan dengan baik dan diikuti oleh tiga napiter yang hari ini berikrar, dan itu tidak ada paksaan, mungkin mereka menyadari bahwa inilah yang terbaik,” ujarnya.
Asep menegaskan, di Lapas Kelas I Madiun sejatinya ada lima orang napiter. Tiga di antaranya sudah berikrar setia kepada NKRI.
“Masih ada dua orang yang belum berikrar setia kepada NKRI sehingga harus terus didorong agar kembali ke pangkuan tanah air,” tambahnya.
Sementara itu, seorang napiter H sempat menetaskan air mata saat mengucapkan ikrar setia kepada NKRI. Sebab perbuatan yang ia lakukan selama ini diakui telah menyimpang dari aturan dan melanggar hukum.
“Kepada saudara-saudara saya yang saat ini masih bertahan dengan prinsipnya, saya berharap tolong dipikirkan baik-baik, karena Indonesia ini telah memfasilitasi kita dengan baik, kita hidup, lahir, dan mati di Indonesia, makanya kita harus kembali ke pangkuan NKRI,” ucapnya.
Ia pun berjanji ke depan tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum. Ia juga akan setia dan taat kepada Pancasila dan NKRI.











