Wecarejatim.com- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengelak acara The Leader 2045 Youth & Growth Gold Generation di DBL Arena, Selasa (7/11/2023) malam diselipi muatan politik praktis. Meski yang diundang dalam acara tersebut adalah Ketua Karang Taruna, Fuad Bernardi yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPRD Jatim dan mantan Ketua Aliansi Pelajar, Aryo Seno Bagaskoro yang merupakan Caleg DPRD Kota Surabaya.
Eri mengatakan, dua pemuda itu diundang bukan sebagai Caleg. Melainkan sebagai perwakilan tokoh muda Surabaya.
“Yang kita undang itu adalah Ketua Karang Taruna, Mantan Ketua Aliansi Pelajar Surabaya, Cipayung, dan kok ada yang bilang politik, di acara itu gak ada loh (kata-kata politik),” ujar Eri.
Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk menjaga netralitas di Pemilu 2024. Ia menegaskan, tak ada satu kalimat yang mengandung unsur politik dalam acara itu.
“Pemerintah kota harus netral. Karena itu acara kemarin tidak ada satu kalimat pun soal politik,” tegasnya.
Kegiatan itu dilakukan untuk membangkitkan semangat anak muda kota Surabaya. Karena menurut Eri, anak muda lah yang menjadi pemimpin massa depan.
“Anak muda adalah generasi masa depan yang harus merubah arah kebangsaan untuk lebih baik,”
Bagi Eri, siapapun bisa hadir di masyarakat, meski mereka merangkap sebagai anggota DPRD sekaligus politisi. Hal ini lantas tak serta merta dianggap sebagai acara politik, kecuali jika di dalamnya terselip ajakan untuk memilih salah satu calon.
“Jadi jangan berputar bingung semaunya sendiri. Sekarang sama, kalau ada wali kota atau anggota DPRD yang merangkap setelah itu hadir di masyarakat, itu politik ya gak bisa. Kecuali kalau disitu ada ajakan, ada kalimat-kalimat gitu,” terang Ero.
Ia berharap agar masyarakat tak merusak generasi muda dengan asumsi-asumsi negatif. Sehingga membuat mereka enggan untuk terjun ke dunia politik.
Sumber:IDNtimescom//Redaksi









