Regional

Uniknya Kampung Gerabah di Malang

×

Uniknya Kampung Gerabah di Malang

Sebarkan artikel ini
fwr2aixda4r2mwz scaled

Wecarejatim.com, Malang – Kabupaten memiliki sebuah kampung gerabah. Kampung Tematik Gerabah Penanggungan memiliki sebuah keunikan tersendiri dalam bidang kerajinan gerabah.

Hariyono, seorang pengrajin gerabah serta ketua Pokdarwis di sana, telah mengembangkan kampung edukasi untuk memperkenalkan dan melestarikan seni gerabah kepada generasi muda.

Berlokasi di Jalan Mayjend Penjaitan, Malang, Kampung Tematik Gerabah Penanggungan telah menjadi tempat berkumpulnya para pengrajin gerabah. 

“Sejak zaman sebelum kemerdekaan pun, keterampilan pembuatan gerabah sudah ada di daerah ini,” ungkap Hariyono pada RRI Malang, Selasa (26/03/2024)

Selain sebagai tempat produksi gerabah, Kampung Tematik Gerabah Penanggungan juga menyelenggarakan pelatihan bagi anak-anak mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. 

“Pelatihan ini mencakup pengenalan bahan baku tanah liat, teknik pembuatan, dekorasi, hingga tahap finishing,” jelasnya.

“Para peserta pelatihan hanya perlu membayar biaya sebesar Rp.5000,- dan akan mendapatkan souvenir dari praktik pembuatan gerabah yang dapat mereka bawa pulang sebagai bahan belajar di rumah,” sambung Hariyono.

Ia menjelaskan gerabah di Kampung Tematik ini diolah menjadi berbagai bentuk fungsional, seperti pot bunga, vas bunga, souvenir, dan gendok yang digunakan untuk menempatkan plasenta saat ibu-ibu baru melahirkan.

Hariyono menyadari bahwa bentuk dekorasi dengan unsur seni adalah yang paling sulit dalam pembuatan gerabah karena menggunakan motif relief timbul merupakan paling diminati saat ini. 

“Proses pembuatan gerabah di kampung ini melibatkan berbagai teknik, termasuk teknik cetak tekan yang paling mudah dan teknik putar yang sedikit lebih sulit,” ungkap Haryono.

Di Kampung Tematik Gabah Penanggungan, harga kerajinan gerabah bervariasi. 

“Souvenir dengan harga terendah mencapai Rp.3000,- dan produk seperti pot bunga, vas bunga, dan guci memiliki harga Rp.50.000,- hingga Rp.200.000,- tergantung pada ukuran dan motif dekorasi yang dipesan,” tutur Hariyono.

Hariyono mengatakan pemasaran produk gerabah sudah beroperasi di beberapa kota di Jawa Timur, seperti Malang, Surabaya, Gresik, dan Batu. 

“Kami juga menggunakan platform online seperti media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran,” ungkapnya. Hariyono juga aktif mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh dinas dan pemerintah.

Hariyono memiliki harapan agar Kampung Tematik Gabah Penanggungan ini dapat menjadi tujuan wisata yang terkenal di Kota Malang, sekaligus memperkenalkan sejarah dan seni gerabah kepada wisatawan. 

“Saya juga ingin meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan mendapatkan perhatian serta dukungan lebih dari pemerintah,” harap Hariyono.