Wecarejatim.com, Malang – Ratna Utami (50) dan Moh. Anwar (44) sepasang suami istri ini mengawali usaha dengan nama kopi bhagawan sejak tahun 2018 di Kota Malang.
“Kami mendirikan usaha ini sejak tahun 2018. Mengapa kopi? karena kopi kami ini adalah produk dari kebun sendiri dan hasil kebun kami menggunakan pupuk organik,” ujar Ratna saat ditemui tim RRI Malang di kediamannya, Selasa (26/3/2024).
Ratna juga menjelaskan, keunggulan produk kami adalah menggunakan 90% pupuk organik. Selain itu juga teknik roasting masih menggunakan cara yang tradisional, yaitu menggunakan wajan dari tanah liat dan kayu sebagai bahan bakarnya.
Menggunakan kopi robusta sebagai bahan utama, membuat kopi bhagawan memiliki cita rasa dan aroma yang khas serta nikmat pastinya.
“Kami menggunakan kopi jenis robusta dari kebun sendiri yang berada di Gunung Kawi,” ujarnya.
Belum fokus menggunakan media sosial, tidak menjadikan kopi bhagawan ini kalah dengan kopi lainnya.
“Produk kami sudah masuk di hotel, rumah makan, cafe dan juga didisplay di toko kami sendiri. Kami juga sudah menggunakan media sosial hanya saja masih belum terlalu fokus,” lanjutnya.
Mempunyai daya tahan simpan selama serta berbagai ukuran membuat kopi bhagawan cocok untuk dijadikan oleh-oleh dari Kota Malang.
“Kami menggunakan kemasan standing pouch dengan berat bersih 70 gram denga harga Rp. 15.000,- dan kemasan lainnya dengan berat bersih 185 gram harganya Rp. 35.000,-. Kami juga menyediakan biji kopi panggan dengan berat 250 gram dengan harga Rp. 41.000,-,” ujarnya.
Dituturkan oleh Ratna, kopi bhagawan juga sudah pernah dikirim ke Malaysia.
“Jadi ada seorang ibunyang menjadi pelanggan kopi ini, beliau bei dan mengirim kopi ini untuk putranya yang ada di Malaysia. Alhamdulillah, utranya cocok dan ibu tersebut akhirnya menjadi pelanggan tetap di kopi bhagawan,” lanjutnya.
Ingin mengembangkan produk kopi bhagawan agar dikenal khalayak luas, serta bisa tembus pasar internasional adalah harapan dari Ratna dan juga Anwar.
“Ke depan semoga produk kopi bhagawan banyak diminati masyarakat, mulai dari anak muda hingga orang tua. Selanjutnya, semoga kami juga bisa merambah pasar internasional dengan ekspor kopi bhagawan ini,” ujar Ratna menutup perbincangan.
Sumber: RRI







