Wecare Jatim- Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengajak kepada peserta Bina Keluarga Remaja (BKR) untuk menekan angka pernikahan dini di Kabupaten Mojokerto. Hal tersebut disampaikan saat agenda Revitalisasi BKR yang berlangsung di Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, pada Senin (28/11/2022).
Program BKR merupakan salah satu program Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Program BKR ini terus digelar di sejumlah desa di Kabupaten Mojokerto.
“Tingkat angka pernikahan dini di Kabupaten Mojokerto cukup tinggi, yang prosesnya minta dispensasi nikah dari pengadilan agama karena belum cukup umur. Namun disayangkan, pernikahan dini juga bertahan tidak lama dan mereka bercerai,” ujarnya, dilansir dari beritajatim.com, Kamis (1/12/2022).
Bupati menjelaskan, terjadinya pernikahan dini salah satunya adalah adanya dukungan dari beberapa orang tua yang khawatir akan efek pergaulan bebas kepada anaknya. Beberapa orang tua banyak yang mendukung pernikahan dini dengan berbagai alasan, salah satunya gaya pacaran yang kebablasan.
“Namun harus kita lihat lagi, angka perceraian dari pernikahan dini ini cukup mengkhawatirkan. Program BKR merupakan program pola pengasuhan terhadap anak usia remaja. Dimana program tersebut menyasar para orang tua yang memiliki anak remaja,” katanya.
Menurutnya, melalui BKR, orang tua akan lebih bisa belajar pola pengasuhan terhadap remaja yang baik. BKR adalah kegiatan untuk orang tuanya, yang memiliki anak remaja dengan range usia 10 hingga 24 tahun. Dalam BKR, akan diajarkan bagaimana yang baik menjadi orang tua untuk remaja.
“Remaja itu harusnya curhatnya dengan orang tuanya, terbuka dengan orang tuanya. Sehingga kita akan bisa memantau betul sampai seberapa jauh perkembangan anak remaja kita. Banyak orang tua yang punya pola pikir dan anggapan berbeda ketika memiliki anak usia remaja,” ujarnya.
Mayoritas orang tua berpikir bahwa remaja sudah bisa mengurus dirinya sendiri dan tak memerlukan perhatian. Namun, tegas Bupati, bukan berarti remaja sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, bukan berarti mereka tidak memerlukan perhatian.
“Mereka butuh teman untuk bertukar pikiran. Apalagi jika remaja kita dalam kondisi akal dan aqilnya tidak seimbang. Diharapkan para orang tua yang memiliki anak usia remaja dapat secara aktif mengikuti program BKR dari DP2KBP2 ini. Karena BKR ini penting untuk dijalankan. Ikhtiarkan agar konsisten berjalan,” tuturnya.
Bupati meminta agar PPKDB dan Sub PPKBD yang merupakan fasilitator agar bisa melakukan evaluasi bersama. Jangan sampai jika ada anak punya masalah, mereka curhat di media sosial dan orang lain. “Jadilah orang tua terbaik yang bisa membimbing dan mendampingi,” pungkasnya.
(Redaksi)







