Wecare Jatim- Pengamanan perayaan malam tahun baru tidak hanya fokus mencegah anak-anak muda melakukan konvoi.
Teroris melakukan pengeboman di Surabaya juga tidak luput dari antisipasi. Saat malam tahun baru nanti, setidaknya 2.661 polisi akan ditugaskan di Kota Pahlawan untuk menghalau masalah tersebut terjadi.
Dua ribu lebih polisi itu terdiri dari macam-macam mako.
Ada yang dari BIN, Polda, termasuk Densus 88. Mereka saat tugas ada yang mengenakan seragam, namun bakal ada juga yang menyamar.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, ribuan personil itu akan disebar di beberapa lokasi.
Di antaranya pintu-pintu masuk menuju wilayah Kota Surabaya, termasuk gereja.
“Mitigasi selalu kami maksimalkan supaya pelaksanaan ibadah Natal dan tahun baru dapat terlaksana aman,” katanya, dilansir dari Tribunjatim.com, Kamis (29/12/2022).
Khusus polisi yang berjaga di kawasan perbatasan atau tempat masuk Surabaya diberi tugas mengawasi hilir mudik masyarakat. Jangan sampai ada orang yang berkeliaran membawa bom, senjata api, senjata tajam, atau barang berbahaya lain.
Tak heran, belakangan banyak Pos Pengamanan (Pam) dan Pos Pelayanan (Yan) banyak berdiri di tempat-tempat keramaian.
“Kami juga melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan terlibat dalam pengamanan tersebut,” ujarnya.
Menurut Kapolrestabes Surabaya sengaja melibatkan masyarakat tujuannya untuk mencegah oknum-oknum berulah.
“Kami sudah bersurat kepada para tokoh legislatif, birokrat, maupun tokoh sentral untuk menyampaikan menghimbau kepada masyarakatnya. Supaya melakukan aktivitas yang positif dan menghindari hal-hal yang dilarang pemerintah,” pungkasnya.
(Redaksi)











