News

Ini Penyebab Warga Surabaya Keracunan Daging Qurban

×

Ini Penyebab Warga Surabaya Keracunan Daging Qurban

Sebarkan artikel ini
IMG 3346

Wecare Jatim- Penyebab keracunan daging kurban di Surabaya terungkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel sisa makanan dan minuman yang diambil, penyebab keracunan massal tersebut karena bakteri salmonella sp.

“Daging yang dimasak sate, gulai dan krengsengan mengandung bakteri salmonella sp. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh daging yang diolah kurang dicuci bersih dan dimasak kurang matang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina.

Nanik menjelaskan bahwa salmonella merupakan kelompok bakteri pemicu diare dan infeksi di saluran usus manusia, serta sering menyebabkan keracunan makanan. Bakteri ini dapat hidup di saluran usus hewan yang ditularkan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan.

Selain itu, konsumsi makanan yang kurang matang dan tidak dicuci juga dapat meningkatkan risiko terkontaminasi.

Gejala yang ditimbulkan pada kasus keracunan ini, imbuh Nanik, yakni Diare sebanyak 20,80 persen, panas sebanyak 17,20 perse , pusing sebanyak 17,20 persen, mual sebanyak 16,00 persen, lemas sebanyak 15,20 persen dan muntah sebanyak 13,20 persen.

Pada upaya pencegahan yang dapat dilakukan, Nanik menerangkan, untuk bahan pangan yang berasal dari olahan makanan dari hewan kurban, proses penyembelihan harus dipastikan telah dilakukan secara higienis.

Mengingat daging mempunyai kandungan protein dan mudah membusuk sehingga harus segera didistribusikan dan tidak lebih dari 2 jam, serta diolah atau disimpan di kulkas untuk mempertahankan kualitasnya. Namun jika masih akan disimpan, daging tidak perlu dicuci.

Karenanya, masyarakat harus memastikan sebelumnya bahwa semua bahan pangan yang akan dikonsumsi telah dicuci bersih, higienis dan diolah/dimasak dengan baik dan benar-benar matang. Seperti dimasak pada suhu >70 derajat celcius.

Oleh sebab itu, Nanik mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam berkegiatan sehari-hari secara disiplin dan konsisten.

Diketahui, sebanyak 71 warga di Surabaya diduga keracunan usai menyantap daging kurban dan dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Namun, saat ini kondisi mereka sudah berangsur membaik dan sudah tidak ada yang dirawat lagi.

Sumber:Inewsjatimcom//Redaksi