Wecarejatim.com, Bondowoso – Puluhan jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal di Bondowoso menggelar aksi damai sebagai bentuk solidaritas terhadap Humaidi, wartawan Radar Situbondo yang mendapat intimidasi dari Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio.
Aksi yang digelar di kawasan alun-alun Bondowoso tersebut berlangsung tertib. Para jurnalis mengenakan pakaian serba hitam dan membentangkan sejumlah poster yang berisi kecaman atas tindakan bupati. Di antara tulisan dalam poster tersebut berbunyi, “Kami Jurnalis Bukan Musuh”, “Ultraman Tidak Emosian”, dan “Jurnalis Bukan Teroris”.
Aksi itu juga diwarnai dengan orasi dari sejumlah perwakilan jurnalis. Salah satu orator, Bahri menyebut bahwa tindakan intimidasi, baik verbal maupun fisik, terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pers.
“Wartawan bekerja dilindungi undang-undang. Kami menghimpun informasi lalu kami beritakan ke publik. Tidak sepantasnya seorang pejabat negara melakukan intimidasi terhadap jurnalis,” ujar Bahri dalam orasinya,”
Peristiwa yang memicu aksi solidaritas ini terjadi beberapa hari sebelumnya, ketika Humaidi hendak melakukan wawancara dengan Bupati Situbondo. Namun, ia justru mendapat perlakuan tak pantas secara verbal dari sang bupati. Bahkan, muncul dugaan adanya intimidasi fisik oleh orang-orang dekat bupati.
Atas kejadian tersebut, Humaidi telah melaporkan insiden itu ke Polres Situbondo. Polisi pun telah mengambil langkah awal dengan memintakan visum et repertum (VET) untuk mengetahui kemungkinan dampak fisik akibat dugaan kekerasan yang dialaminya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bupati Situbondo terkait dugaan intimidasi tersebut.












