Wecarejatim.com, Kediri – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kediri menerima laporan pelanggaran netralitas ASN.
Hal ini disampaikan Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi, Bawaslu Kabupaten Kediri, Muhammad Hamdaani, pada Rabu (11/9/2024).
Ia membenarkan, jika pihaknya telah menerima berkas laporan masuk mengenai dugaan pelanggaran netralitas ASN.
“Ya laporan terhadap dugaan pelanggaran netralitas ASN itu masuk pada Senin sore (9/9/2024). Bentuk laporan tersebut juga disertai barang bukti berupa vidio dan berkas tertulis,” katanya.
Dengan laporan ini, Hamdaani menyatakan, dari pihak Bawaslu Kabupaten Kediri masih perlu melakukan tahapan pengkajian.
“Saat ini kami sedang mengaji lebih lanjut laporan yang masuk tentang pelanggaran ASN ini. Nanti jika laporan itu sudah ada hasilnya, bakal kami sampaikan,” terangnya.
Sementara itu, adanya dugaan pengerahan dukungan terhadap salah satu bakal calon kepala daerah di Kabupaten Kediri, Jawa Timur diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM Bidik – SIB DPD Jawa Timur, Andik Harianto, yang melaporkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kediri ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).
“Ada sejumlah barang bukti yang telah kami sampaikan di kantor Bawaslu Kabupaten Kediri, pada Senin 9 September lalu,” kata Andik.
Ia melanjutkan, tujuan pelaporan tersebut tak lepas dari upaya kontrol masyarakat, untuk mewujudkan demokrasi yang sehat di Kabupaten Kediri. Apalagi, menurutnya, beberapa waktu terakhir ia menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah terhadap gerakan kampanye terselubung.
“Kami melihat ada kegiatan politik praktis yang dilakukan oleh para ASN yakni menyampaikan jargon yang identik dengan salah satu bakal calon dan itu terungkap saat kegiatan ‘Konferensi Kerja Kabupaten Kediri IV PGRI Kabupaten Kediri’ yang berlangsung di Gedung Graha Pertiwi, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri pada beberapa hari lalu. Waktu itu, ada salah satu ASN yang sengaja meneriakkan yel-yel Kabupaten Kediri lanjutkan dan ditoto, yang kemudian itu diikuti oleh para peserta,” katanya









