Wecarejatim.com, Sidoarjo – Usai meninjau stok bahan pangan dan sembako di Pasar Tambahrejo Surabaya dan Pasar Larangan Sidoarjo, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono meninjau stok beras di Gudang Bulog Banjar Kemantren Buduran, Sidoarjo, Sabtu (17/2/2024).
Adhy didampingi Sekda Kab. Sidoarjo, Kepala Dinas Pertanian Prov Jatim, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov Jatim, dan Kepala Perum BULOG Kantor Cabang Buduran Sidoarjo.
Adhy mengatakan, hingga saat ini stok beras di Jatim aman. Sebab, Bulog yang memiliki 40 gudang dan 13 cabang di Divisi Regional Jatim memiliki stok beras mencapai hampir 135 ribu ton. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan khawatir.
“Setelah kontrol di dua pasar, maka masyarakat tidak perlu khawatir. Kita sudah diskusi dan hitung bahwa jumlah tersebut InsyaAllah cukup hingga 6 bulan ke depan,” ungkapnya.
Dalam peninjauan ini, Adhy turut mengecek beras dengan menggunakan alat tusuk beras secara acak di tumpukan beras yang ada. Tampak dari beberapa tumpukan beras tersebut ialah beras impor yang berasal dari Myanmar. Namun, juga terdapat beras impor yang berasal dari Pakistan dan Thailand.
“Tampak mata ukurannya utuh dan seperti premium. Harganya medium tapi kualitasnya premium. Ini sangat bagus, saya coba ambil secara acak, dan insyaallah di sini sudah tidak ada beras CBP yang mengendon lama,” tandasnya.
Kepada Bulog Jatim, Adhy berpesan untuk memastikan suplai beras di masyarakat mendekati atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Ini yang harus disesuaikan oleh Bulog serta harus tersuplai dengan baik. Baik di kios TPID, Pasar Tradisional hingga retail dan pasar modern. Harapannya kalau stoknya banyak bisa mempengaruhi pasar bahwa harganya tidak tinggi,” jelasnya.
Untuk diketahui, saat ini harga beras premium di Jatim yakni Rp. 15.430/kg dengan HET Rp. 13.900 dan untuk beras medium Rp. 12.980/kg sengan HET Rp. 10.900/kg. Yang mana, harga ini merupakan terendah se Pulau Jawa.
Di akhir kunjungannya, Adhy juga menyempatkan diri meninjau tempat pengolahan beras atau Rice To Rice (RTR) milik Bulog. Di tempat ini tampak tumpukan beras siap distribusi dengan kemasan 5kg baik premium dan medium. Rencanyanya stok tersebut akan didistribusikan ke toko retail dan pasar modern.







