Fauzi – Eva Diminta Serius Jalankan Program Untuk Guru Ngaji

Tiga orang pendukung Bupati Sumenep, Achamd Fauzi dan Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj. Dewi Khalifah waktu Pilkada 2020 yang lalu mendatangi kantor Pemkab Sumenep, Foto:Istimewa

Wecarejatim.com, – Sumenep – Tiga orang pendukung Bupati Sumenep, Achamd Fauzi dan Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj. Dewi Khalifah waktu Pilkada 2020 yang lalu mendatangi kantor Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Rabu, (02/03/2022).

Kedatangan rombongan yang memakai sarung dan kopiah ini ternyata untuk mengingatkan Fauzi-Eva agar menjalankan programnya dengan baik, terutama yang berkaitan dengan guru ngaji di Kabupaten Sumenep.

Mereka datang dan menyerahkan dua kardus pamflet yang ditandatangani para Masyayikh Sumenep dulu waktu gelaran Pilkada. Penyerahan pamflet tersebut diterima oleh perwakilan Kesmas Pemda Sumenep yaitu Haris Yudha Prawita, S.STP.

Pendukung Fauzi-Eva ini memulai aksinya dengan membagikan selebaran di Depan Masjid Agung Sumenep, lalu menuju kantor Pemda setempat untuk menyampaikan aspirasi dan menyerahkan pamflet dimaksud.

Koordinator aksi, Khairul Umam menjelaskan bila kedatangan mereka karena kecawa dengan kinerja Kesmas dalam menjalankan program Bupati dan Wakil Bupati berupa intensif untuk guru ngaji.

” Kami ingin Kesmas bisa menjalankan program Bupati dan Wakil Bupati dengan baik. Bila tidak bisa lebih baik Kabag Kesmas Dicopot,” tegas aktivis yang akrab disapa Umam ini ketika diwawancara media.

Sebab, kata Umam, bila Kesmas tidak bisa menjalankan program dengan baik, yang kenak imbas dan dianggap gagal tetap Bupati dan Wakil Bupatinya.

Ia lalu menyebutkan, sesuai komitmen pasangan Fauzi-Eva dalam Pilkada 2020 janji kampanye yang ditandatangani bersama para Masyayikh itu banyak, unggulannya itu ada sekita lima. ” Nah ini yang jalan hanya program intensif bagi guru ngaji, itupun tidak maskimal, menyisakan masalah,” beber mantan Ketua PC PMII Sumenep ini.

Misalnya, kata Umam, masih banyak guru ngaji yang belum bisa diakomodir dalam program tersebut. ” Jumlah guru ngaji di Sumenep ini banyak, kalau melihat data yang dari Kesmas, yang diaplikasi itu hanya sekitar enam ribuan lebih, jadi banyak yang belum terakomodir,” tandasnya.

Umam, juga mempertanyakan program yang lain untuk guru ngaji, mulai bantuan fasilitas sosial keagamaan, support kegiatan sosial keagamaan, sarana dan prasarana Masjid dan Musholla, dan pengembangan SDM bagi guru ngaji.

Sementara, Haris Yudha Prawira, S.STP, perwakilan dari Kesmas mengatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Kesmas, Bupati dan Wakil Bupati Sumenep selaku pemangku kebijakan.

“Saya akan sampaikan,” katanya saat serah terima ribuan Pamflet yang ditujukan kepada Kesmas, Bupati dan Wakil Bupati. (Hadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *