BANGKALAN, WecareJatim.com – Sebanyak 26 siswa MTsN Bangkalan mengikuti kegiatan penelitian mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui program MBKM Riset, Senin (30/9/2026).
Penelitian tersebut memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran struktur bumi. Fokus utama riset adalah melihat kemampuan siswa dalam memahami dan mengingat materi setelah berinteraksi dengan media pembelajaran visual dan interaktif.
Materi struktur bumi yang meliputi kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam selama ini menjadi salah satu materi yang bersifat abstrak karena objeknya tidak dapat diamati secara langsung.
Melalui AR, siswa diajak mengeksplorasi struktur bumi menggunakan perangkat digital. Mereka dapat melihat visualisasi lapisan bumi, mengidentifikasi bagian-bagiannya, serta menghubungkan objek visual dengan informasi yang diberikan.
Kegiatan diawali dengan pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Setelah itu, siswa melakukan eksplorasi menggunakan media AR untuk mengamati dan mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi beserta karakteristiknya.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, Royhan, mengatakan penelitian tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
“Melalui penelitian ini, kami belajar bagaimana teknologi Augmented Reality dapat digunakan untuk membuat materi struktur bumi yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan menarik bagi siswa,” ujar Royhan.
Menurutnya, keterlibatan langsung dalam penelitian juga membantu mahasiswa memahami bagaimana respons siswa ketika menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara itu, dosen pembimbing Dr. Sigit Dwi Saputro, M.Pd., mengatakan penggunaan AR diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret bagi siswa.
“Pemanfaatan Augmented Reality diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret bagi siswa, khususnya ketika mempelajari materi yang sulit diamati secara langsung seperti struktur bumi,” jelasnya.
Ia menegaskan, penelitian tersebut tidak hanya melihat penggunaan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga mengkaji bagaimana pengalaman belajar menggunakan AR berkaitan dengan kemampuan siswa dalam memahami dan mengingat materi.
“Yang menjadi perhatian adalah bagaimana teknologi dapat benar-benar memberikan dampak terhadap proses belajar siswa. Karena itu, aspek pemahaman dan memori siswa menjadi bagian penting dalam penelitian ini,” tambahnya.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi interaktif dalam pembelajaran IPA, sekaligus menjadi bahan pengembangan media pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Dengan demikian, AR tidak hanya diposisikan sebagai teknologi tambahan dalam pembelajaran, tetapi sebagai bagian dari pengalaman belajar yang dapat membantu siswa memahami materi abstrak melalui visualisasi yang lebih nyata dan interaktif.






Tidak ada Respon