Wecarejatim.com, Madiun – Kepala Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Sepi Imam Rofei, menyebut generasi muda memiliki potensi besar untuk berkreasi di bidang pertanian dan membawa perubahan positif terhadap persepsi pertanian yang selama ini dianggap kotor dan berlumpur.
“Kami ingin merubah persepsi pertanian yang stigma-nya kotor dan berlumpur. Dengan mendukung budidaya generasi muda di lingkup pertanian, kami berharap Petani Milenial Kabupaten Madiun bisa lebih maju, lebih kompak, dan memberikan warna baru di dunia pertanian untuk generasi penerus,” ujar Sepi.
Sepi juga menjelaskan bahwa target Petani Milenial Kabupaten Madiun adalah mencapai 7000 petani muda. namun saat ini, baru ada sekitar 400 petani muda yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun.
Salah satu fokus utama program dari Petani Milineal Kabupaten Madiun adalah mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan subsidi dengan mendorong penggunaan bahan organik.
“Kami mendorong para petani muda untuk menggunakan bahan organik pada lahan-lahan di Kabupaten Madiun. Ini adalah langkah penting untuk menciptakan pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga untuk menginspirasi dan memberdayakan generasi muda agar lebih terlibat dalam sektor pertanian. Diharapkan, melalui dukungan dan inovasi, Petani Milenial Kabupaten Madiun dapat membawa pertanian lokal ke tingkat yang lebih tinggi, menjadikannya lebih modern, efisien, dan berdaya saing.







