Wecarejatim.com, Jombang – Menjelang masa panen raya, sejumlah petani di Kabupaten Jombang mulai khawatir mengalami gagal panen.
Hal ini lantaran banyak tanaman padinya yang terserang hama kresek yang membuat bulir-bulir tanaman padi akhirnya tak berisi.
Diakui oleh Umar, salah satu petani padi di Kecamatan Ngoro, Jombang, bahwa serangan hama kresek ini membuat hasil panennya tidak akan maksimal. Terlebih saat ini sudah masuk masa panen raya. Sebagian petani juga sudah ada yang melakukan panen di sawahnya.
“Punya saya sebagian yang kena. Dari kemarin-kemarin sudah saya semprot pestisida tapi ndak mempan. Hasilnya tetap kopong, padi saya ndak selamat,” aku Umar, Senin, (01/04/2024).
Serangan hama kresek ini pun membuat bulir padi kosong menjadi warna putih serta bagian bawahnya yang menjadi hitam.
Kejadian ini pun membuat Umar cukup pesimis. Dia memperkirakan, hasil panennya di musim ini tidak akan semaksimal seperti panen sebelumnya.
“Ini luas sawah saya 1.400 meter persegi. Kalau normal bisa dapat 8 kuintal atau sampe 1 ton. Tapi karena ada musibah ini ya sudah, saya pasrah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M Rony, memang pernah mengatakan bahwa serangan hama di Jombang belum mereda.
“Untuk jenis xanthomonas atau hama kresek tercatat sejak awal Maret, sudah menyerang tanaman padi seluas 30,4 hektare. Serangan paling parah terdapat di Kecamatan Ngoro dengan luas 10,5 hektare. Disusul lahan pertanian di Kecamatan Peterongan seluas 8,5 hektare, Kecamatan Mojoagung 3,5 hektare dan Kecamatan Mojowarno 2,5 hektare,” jelasnya.
Selain itu, serangan hama kresek ini juga diketahui muncul di Kecamatan Perak seluas 2 hektare, Kecamatan Kesamben 1,5 hektare, Kecamatan Plandaan 1 hektare, Kecamatan Diwek 0,5 hektare dan Kecamatan Ploso seluas 0,42 hektare.







