BangkalanBeritaPendidikan

Plafon Kelas SDN Kramat 1 Bangkalan Ambruk Saat KBM, Siswa Selamat Tapi Trauma

×

Plafon Kelas SDN Kramat 1 Bangkalan Ambruk Saat KBM, Siswa Selamat Tapi Trauma

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 01 29 11 34 30 66 1c337646f29875672b5a61192b9010f9

Wecarejatim.com | BANGKALAN — Insiden mengkhawatirkan terjadi di SDN Kramat 1 Bangkalan, Rabu pagi (28/1/2026). Plafon ruang kelas 1 ambrol saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, memicu kepanikan siswa dan guru.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, suasana kelas mendadak ricuh ketika terdengar suara retakan dari plafon. Para siswa langsung berhamburan keluar kelas demi menyelamatkan diri.

Tas dan perlengkapan sekolah yang tertinggal di dalam kelas tak luput dari reruntuhan plafon yang jatuh berserakan di lantai.

Kepala SDN Kramat 1 Bangkalan, Sri Handayani, mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan sudah terdengar sebelum plafon benar-benar runtuh.

“Sebelum ambrol, terdengar bunyi krek-krek. Guru kelas 1 langsung mengarahkan siswa keluar,” ujar Sri Handayani.

Ia menyebutkan, setidaknya tiga kali suara ambrolan terdengar. Berkat kesigapan guru, seluruh siswa berhasil keluar sebelum plafon runtuh sepenuhnya.

“Alhamdulillah tidak ada siswa yang menjadi korban,” tegasnya.

Akibat kerusakan tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan ke mushala sekolah. Sebanyak 11 siswa kelas 1 kini harus belajar di ruang alternatif demi keamanan.

“Untuk sementara kami pindahkan ke mushala,” imbuh Sri.

Diduga kuat, ambrolnya plafon dipicu hujan deras dan angin kencang yang mengguyur wilayah Bangkalan sehari sebelumnya. Kondisi bangunan yang sudah tua turut memperparah situasi.

“Bangunan ini sudah sekitar 10 sampai 15 tahun belum pernah diperbaiki. Kemungkinan karena lembap,” jelasnya.

Pihak sekolah mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan dan berharap perbaikan segera dilakukan agar tidak membahayakan ruang kelas lain.

Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Yusri, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan dirinya masih berada di Jakarta.

“Saya di Jakarta. Insyaallah besok hari Jumat ke SDN Kramat 1,” tulis Yusri.

Insiden ini kembali menyoroti kondisi sarana-prasarana sekolah dasar di Bangkalan yang dinilai rawan dan membutuhkan perhatian serius demi keselamatan siswa.