Regional

Ribuan Desa dan Kelurahan di Jatim Rawan Bencana, Masyarakat Diminta Waspada

×

Ribuan Desa dan Kelurahan di Jatim Rawan Bencana, Masyarakat Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
11089c3fa7e2ca746f37f5575388a58c

Wecarejatim.com, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim), masif membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana), khususnya di 2.742 desa kelurahan se Jatim, dari total 8.501 desa kelurahan.

Berdasarkan catatan BPBD Jatim, 2.742 desa kelurahan itu masuk dalam kategori rawan bencana. Dan total pada tahun 2024 ini, BPBD Jatim mentargetkan membentuk 70 Destana.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, pembentukan Destana ini untuk membangun ketangguhan masyarakat desa dalam menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi sewaktu waktu.

“Kita membuat Destana, Desa Tangguh Bencana di beberapa wilayah yang punya potensi kerawanan. Kita tahu bahwa di wilayah Jawa Timur ada 2.742 desa kelurahan yang punya potensi ancaman tinggi bencana,” ujarnya, Selasa (20/8/2024).

Terlebih saat ini terdapat siklus megathrust atau ancaman bencana gempa yang berpotensi tsunami di wilayah pantai selatan pulau Jawa.

“Dan untuk wilayah selatan sendiri, beberapa tahun lalu, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), bersama sama dengan BMKG, dan kamipun (BPBD) sudah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya ekspedisi Destana,” tambahnya.

Pembentukan Destana, disambut baik oleh Kepala Desa Kayukebek, Pasuruan, Alif Wirayuda. Karena tempatnya berada, sering terjadi bencana tanah longsor.

“Di Desa Kayukebek ini, Kecamatan Tutur, sangat membutuhkan sekali kegiatan penanggulangan bencana tersebut. Bahwa termasuk di Desa pegunungan kami ini juga rawan longsor,” terangnya.

“Termasuk dari masyarakat kami, bagaimana cara mengantisipasi, evakuasinya bagimana, ini kita perlu bimbingan dan arahan dari BPBD tingkat Kabupaten maupun Provinsi,” tambahnya.

Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki banyak ragam potensi bencana, mulai banjir, gempa bumi, angin kencang hingga erupsi gunung api, tsunami bahkan likuifaksi atau penurunan tanah.

Sumber: RRI/Mid