Regional

Situbondo Terima Bantuan Vaksin PMK dari Kementan

×

Situbondo Terima Bantuan Vaksin PMK dari Kementan

Sebarkan artikel ini
5d384dcb5c92

Wecarejatim.com, Situbondo – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan ribuan vaksin untuk mencegah penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di Indonesia.

Kabupaten Situbondo menerima 60 botol vaksin dari total 350 botol yang disebar di 4 kabupaten di Jawa Timur, yaitu Bondowoso, Banyuwangi, Jember, dan Situbondo.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Situbondo, Achmad Junaidi, mengatakan bahwa penyebaran PMK di Situbondo relatif terkendali.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat atas bantuan vaksin ini. Kami akan terus berupaya memutus penyebaran PMK melalui sosialisasi, penyemprotan disinfektan, dan vaksinasi,” ujarnya di Pukeswan Panarukan, Desa Paowan, Panarukan, Situbondo, Minggu (29/12/2024).

“Penyebaran kasus PMK di kabupaten Situbondo ini masih tergolong relatif kecil dan bisa dikatakan terkendali, karena semua jajaran di lingkungan Dinas peternakan dan perikanan saling berkerjasama dalam menahan laju penyebaran virus tersebut,” tambah Junaidi.

Junaidi menambahkan bahwa Disnakkan Situbondo bekerja sama dengan Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI), petugas veteriner, dan kelompok peternak untuk memerangi PMK.

“Kami tidak bisa bekerja sendirian, tetapi harus bekerjasama untuk memerangi penyebaran virus PMK ini,” tukasnya.

Kepala Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma (BBVF) Pusvetma Surabaya, drh. Edy Budi Susila, mengatakan bahwa vaksinasi sangat penting dilakukan, terutama di Jawa Timur yang merupakan sentra penghasil ternak.

“Kami berharap vaksin ini dapat membantu mencegah penyebaran PMK. Saat ini memasuki musim hujan, biasanya muncul beberapa jenis penyakit, termasuk PMK,” kata Edy.

Kabag Umum Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, drh. Aris Sutomo, menambahkan bahwa penyebaran PMK dapat melalui kontak langsung antara ternak yang terjangkit dan yang sehat. “Oleh karena itu, kami perlu melakukan antisipasi dan pencegahan. Jika pejantan sapi terjangkit PMK, semen yang dihasilkan juga tidak berkualitas dan dapat menghasilkan anakan tidak berkualitas.”

“Penyebaran PMK ini bisa juga melalui peternak ke sapi. Jadi, peternak yang berada di kandang sapi terjangkit PMK, kemudian pindah ke kandang sapi yang sehat, maka sapi yang sehat tersebut juga bisa tertular, baik melalui sepatu atau pakaian yang dipakai peternak,” tambah Aris.

Sumber: Beritasatu.com/Mid