Berita

Unjuk Rasa Turunkan Okupansi Hotel di Kota Malang hingga 30 Persen

×

Unjuk Rasa Turunkan Okupansi Hotel di Kota Malang hingga 30 Persen

Sebarkan artikel ini
68b949cd7da39

Wecarejatim.com, Malang – Aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Malang, berdampak pada sektor perhotelan. Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menyebut tingkat hunian hotel sempat turun 20–30 persen sejak Jumat (29/8/2025).

Menurutnya, isu keamanan membuat wisatawan maupun instansi menunda hingga membatalkan kunjungan. Dampaknya terasa tidak hanya pada pemesanan kamar wisatawan, tetapi juga kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

“Banyak event dan rapat yang sudah dijadwalkan akhirnya ditunda, bahkan dibatalkan. Itu terjadi baik dari instansi pemerintah maupun perusahaan swasta,” ujar Agoes, Kamis (4/9/2025).

PHRI Malang khawatir penurunan ini semakin parah jika muncul travel warning dari negara lain. Karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan asosiasi induk, pemerintah, aparat keamanan, dan media untuk mencari solusi pemulihan.

Meski begitu, sejak Rabu (3/9) kondisi disebut mulai membaik. PHRI berharap situasi segera pulih agar industri perhotelan dan pariwisata kembali normal.