Wecarejatim.com, Bangkalan — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu kemanusiaan dengan memberangkatkan delapan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik Kemanusiaan (KKNT) ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Desa Paya Rabo Lhok, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Pelepasan mahasiswa yang didampingi dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tersebut dilakukan secara resmi di Lobi Gedung Graha Utama UTM, melalui koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Program ini terlaksana melalui kerja sama dengan Universitas Malikussaleh dan akan berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
Sebelum pemberangkatan mahasiswa, UTM telah lebih dulu menyalurkan bantuan kemanusiaan pada 22 Januari 2026 berupa pakaian layak pakai, alat tulis, Al-Qur’an, perlengkapan ibadah, kebutuhan bayi, serta kebutuhan dasar lainnya dengan total 70 koli atau 637 kilogram. Selain itu, UTM juga menyalurkan donasi uang tunai yang dihimpun dari sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.
Sekretaris LPPM UTM, M. Latif, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa peserta KKNT Kemanusiaan diseleksi secara ketat dari 61 pendaftar. “Kami memastikan mahasiswa yang diberangkatkan siap secara mental dan kompetensi. Mereka juga membawa bantuan seperti alat penjernih air, peralatan pembuatan batu bata, serta kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala LPPM UTM, Dr. Iskandar Dzulkarnain, S.Th.I., M.Si., menyebut program ini sebagai KKNT Kemanusiaan perdana di UTM. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat terdampak. “Ini menjadi pengalaman kemanusiaan sekaligus pembentukan karakter mahasiswa,” katanya.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi. “UTM hadir tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga riset dan pengabdian. Mahasiswa diharapkan mampu belajar dari masyarakat sekaligus memberikan solusi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Prof. Safi’ juga mendorong mahasiswa untuk memahami keterkaitan bencana dengan persoalan ekologis, termasuk potensi pemanfaatan limbah pascabanjir sebagai bahan bangunan serta pembelajaran sosial budaya masyarakat setempat.
Delapan mahasiswa peserta KKNT Kemanusiaan berasal dari lima fakultas di lingkungan UTM, yakni Candra Nova Putri, Rafa Azri Julian Humaer, Khula Khusnita, Moch. Rivaldi Septian Wibawa, Ahmad Favian Maulana, Moh. Kholilul Rohman, Lutfan Aziz, dan Sohib. Seluruhnya telah mengikuti pembekalan dan karantina sebelum diterjunkan ke lokasi.
Melalui KKNT Kemanusiaan ini, UTM menegaskan dukungannya terhadap Program Kampus Berdampak dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana. Program ini diharapkan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman akademik dan kemanusiaan mahasiswa.








