MaduraPamekasan

Mantan Aktivis GMNI Jatim: Pendemo Mie Gacoan Bisa Merusak Iklim Usaha di Pamekasan

×

Mantan Aktivis GMNI Jatim: Pendemo Mie Gacoan Bisa Merusak Iklim Usaha di Pamekasan

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2023 08 01 at 11.49.26
Ali Ghufron, Mantan aktivis GMNI Jawa Timur

Wecarejatim.com, Pamekasan – Mantan Aktivis GMNI Jawa Timur, Ali Ghufron menyangkan aksi demo mie gacoan yang dilakukan oleh sejumlah orang yang mengaku pedagang kaki lima di Kabupaten Pamekasan, Kamis, (27/07) lalu.

Kata Ghufron, aksi itu justru dinilai merusak iklim usaha di Pamekasan. Ia pun berang dengan oknum-oknum yang mengataskan ketua LSM dan memberikan kesan negatif pada para pengusaha di Pamekasan.

“Kenapa justru mengatasnamakan aktivis dan pembela rakyat tapi mengganggu jalannya perekonomian di Kabupaten Pamekasan,” ungkap mantan Wakil Ketua PA GMNI Jatim ini.

Ia mengaku heran dengan banyaknya gelombang demo yang muaranya terkesan mengganggu para pelaku usaha di Pamekasan.

“Sebelumnya ada juga yang mendemo pizza hut, dan sekarang mie gacoan. Demo yang seperti ini yang kadang membuat investor takut menanamkan modal usaha di Pamekasan,” kata pria yang akrab disapa Bos Pepenk ini.

Lulusan Universitas Trunojoyo Bangkalan ini mengaku, sebagai mantan pendemo yang berangkat latar belakang pemikir pejuang dan pejuang pemikir, tentu tak boleh sembrono dalam menyalurkan aspirasi. Dalam amatan Ghufron, pendemo mie gacoan justru salah alamat karena tak pernah melakukan kajian yang matang sebelum berunjuk rasa.

“Rakyat itu jangan dijadikan tameng untuk kemudian bebas bersuara tapi malah merusak iklim usaha,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi menolak keberadaan outlet Mie Gacoan di Pamekasan. Aksi berlangsung pada Kamis (27/7/2023). Mereka menganggap keberadaan Mie Gacoan dapat merusak pasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) masyarakat lokal Pamekasan.

Aksi itu rupanya juga memantik kesan para warganet lantaran viral di media sosial salah satunya video yang diunggah akun Instagram Info Madura, @infomdr.

Alih-alih mendapat dukungan publik, aksi ini justru menuai tanggapan sinis hingga cibiran dari netizen.

Banyak dari pengguna Instagram yang menyebut massa pendemo adalah cerminan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah.

“Jangan harap maju kotanya kalo SDM rendah kayak gini,” kata akun @fendychew12 seperti yang Rilpolitik.com lihat dalam kolom komentar postingan Instagram @infomdr.

“Kampungan banget wong deso wong deso,” kata @dani***.

“Hade gimana mau maju, setiap ada hal baru di Pamekasan selalu diunjuk rasa,” ujar @ha***.

Netizen lainnya menyebut massa yang demo hanyalah para pengangguran dan cari uang saja.

“Yg demo… kelihatan banget kerjaan orang yang tidak punya kerjaan,” tulis akun @mu2n_**.

“Yang demo aslinya butuh duit dari pemkab dan gacoan,” timpal akun lainnya.(Din)