Wecarejatim.com, Malang – SMAN 2 Malang bakal memetakan potensi siswa usai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah resmi menghapus sistem penjurusan di jenjang kelas XI SMA.
Waka Kurikulum SMAN 2 Malang, Nurul Firdaus mengatakan, ketika anak-anak memilih mapel pilihan berdasarkan minat dan bakat, maka sekolah menyiapkan mata pelajaran pilihan berdasarkan SDM dan kebutuhan guru yang ada di sekolah.
“Contohnya dulu kan ada IPA, mapelnya matematika, fisika, biologi dan kimia. Sekarang anak-anak bisa memilih empat sampai lima mapel bebas. Boleh ambil mapel IPA, IPS dan kolaborasinya. Atau di sekolahnya yang punya bahasa, boleh memilih IPA, bahasa dan kolaborasinya,” kata Nurul, Minggu (21/7/2024).
Namun untuk memilih jenis mapelnya, siawa juga harus memperhitungkan setelah lulus mau studi lanjut mana kemana.
“Misal mau ke kedokteran, maka bisa memilih mapel biologi. Selain kedokteran mau ambil manajemen, maka selain biologi bisa ambil ekonomi, fisika dan geografi. Atau ingin memperdalam bahasa, jika di sekolahnya ada bahasa asing, biaa memilih,” ungkapnya.
Pihak sekolah pun melakukan asessment dan menyosialisasikan hal ini sejak siswa kelas X di semester 2.
“Kita beri pemahaman pada siswa dan orangtua dimana dalam kurikulum sekarang tidak ada penjurusan. Tetapi memilih mapel sesuai minat dan bakat yang akan dilanjutkan ke perguruan tinggi. Siswa juga dapat pendampingan dari BK,” tuturnya.
Di SMAN 2 sendiri mata pelajaran yang paling banyak diminati siswa adalah sosial. Sehingga pihaknya membuat 10 paketan mapel yang bisa dipilih anak.
“Tiap paket berbeda komposisi mapelnya. Untuk teknis pembelajarannya, anak-anak bisa moving kelas seperti di perkuliahan,” ujarnya.
Nurul menilai, penghapusan penjurusan ini memiliki tujuan bagus pada anak-anak agar bisa menentukan tujuan studi lanjut mulai sekarang.
“Pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, anak-anak yang ngotot ke IPA saat penjurusan, pada akhirnya saat kuliah malah ke bidang soshum seperti prodi manajemen, ekonomi, dll. Sekarang difasilitasi pada anak-anak ke depan akan kemana. Jurusan apa saja sehingga jadi bekal pada saat dia di perguruan tinggi,” tandasnya.







