BangkalanMadura

Nama Politisi PDIP Dijadikan Nama Gedung di UTM, Munculkan Kontroversi

×

Nama Politisi PDIP Dijadikan Nama Gedung di UTM, Munculkan Kontroversi

Sebarkan artikel ini
IMG 20251122 WA0005

Wecarejatim.com, Bangkalan — Peresmian Gedung Said Abdullah Sport Center (SAS Center) di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Sabtu (22/11/2025), menimbulkan sorotan dari sejumlah mahasiswa.

Penamaan gedung kampus dengan nama politisi PDIP, MH Said Abdullah, dinilai beberapa pihak terlalu politis untuk lingkungan perguruan tinggi negeri.

Gedung tersebut sebelumnya diresmikan oleh Said Abdullah yang juga menjabat Ketua Badan Anggaran DPR RI. Dalam acara itu, ia mengajak para legislator Madura agar bersatu mendorong percepatan pembangunan pulau garam.

“Kalau kita sudah duduk bersama seperti ini, jangan lihat dari partai mana. Lihatlah kami sebagai wakil rakyat yang diberi amanah. Kehormatan itu milik rakyat yang memilih,” ujar Said dalam sambutannya.

Acara peresmian dihadiri sejumlah anggota DPR RI Dapil Madura dan DPRD Jawa Timur. Rektor UTM, Prof Safi’, juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung olahraga itu telah diperjuangkan sejak 2017.

Namun di balik peresmian tersebut, muncul kritik dari sebagian mahasiswa UTM yang menilai penamaan gedung itu kurang tepat.

Salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pemberian nama politisi aktif pada fasilitas kampus bisa menimbulkan kesan bahwa kampus berpihak atau bahkan dimiliki kelompok tertentu.

“Masak kampus umum seperti kayak miliknya sendiri. Harusnya nama fasilitas kampus tidak membawa identitas politik,” ujarnya.

Sejumlah mahasiswa lain juga mempertanyakan transparansi proses penamaan gedung tersebut dan meminta pihak kampus memberi penjelasan agar tidak muncul spekulasi lebih jauh.

Hingga berita ini diturunkan, Rektor UTM belum memberikan jawaban ketika dimintai konfirmasi terkait polemik penamaan Gedung SAS Center tersebut.

Sementara itu, mahasiswa berharap pihak kampus membuka ruang dialog agar keputusan penamaan fasilitas publik dapat dilakukan secara objektif dan sesuai nilai-nilai akademik.