Wecarejatim.com, Surabaya – Ketua Kokisi C DPRD Provinsi Jawa Timur Abdul Halim memberikan apresiasi atas keberhasilan BUMD Bangkalan yang telah ikut serta dalam pengelolaan Blok West Madura Offshore (WMO) setelah puluhan tahun perusahaan Migas Plat merah itu melakukan pengeboran di pesisir pantai utara Bangkalan.
“Alhamdulillah penandatanganan PI 9 persen hasil ekplotasi gas di Bangkalan bisa dilakukan. Ini sudah memasuki tahapan ke sembilan. Tinggal satu tahapan lagi penanda tanganan SK dari kementrian ESDM,” terang dia, Sabtu (12/8/2023).
Oleh sebab itu, Politisi Gerindra asal Madura itu menyarankan agar semua pihak harus bersinergi untuk memanfaatkan PI tersebut. Salah satu contohnya adanya kolaborasi antara birokrasi, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun generasi muda bangkalan.
“Karena keterlibatan PI 9 persen tidak hanya mendapatkan hasil secara anggaran atau uang. Namun, akan ada keterlibatan oprasional dalam rangka untuk mendukung aktivitas pemanfaatan gas yang ada di bangkalan,”kata dia.
Dia memaparkan bahwa pengambilan gas di kabupaten paling barat Pulau Madura itu sudah berlangsung sejak 1993. Sudah 30 tahun sumber daya alam berupa gas di Bangkalan di ambil. Baru tahun ini Bangkalan bisa ikut mengelola sumber daya alam bersama KK3S.
“Alhamdulillah 2023 bisa dilaksanakan penadatangan PI 9 persen, ini merupakan keberhasilan kita, kerja keras dari semua pihak terutama direksi dan dukungan dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat,”Ujar dia.
Perlu diketahui, nota Perjanjian Pengalihan dan Pengelolaan PI antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) WMO, PT Kodeco Energy Ltd bersama PT Petrogas Jatim Adipodai (PJA) dengan dan PT Mandiri Madura Barat (MMB) pada (9/8) di gedung Pinaloka Pemprov Jatim. Dengan demikian, BUMD Bangkalan dalam hal ini Perusahaan Umum Daerah Sumber Daya ikut mengelola Blok Migas WMO. (Red)







