Wecarejatim.com, Blitar – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Blitar sudah memasuki gelombang II. Hingga saat ini siswa yang sudah lolos PPDB masih 70 persen dari pagu, totalnya 13.696.
Kabid pengelolaan Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar, Mariadi mengatakan rata-rata yang sudah terpenuhi pagu sekolah di perkotaan. Sementara untuk SMP yang ada di pelosok dan pesisir justru kesulitan mencari siswa.
Sejumlah sekolah yang sudah terpenuhi pagunya tersebar di Kecamatan Wlingi, Kesamben, Talun, Kanigoro, Garum, Srengat, Ponggok, Kademangan dan lainnya.
“Kesulitan kami dalam PPDB SMP ini pada sekolah yang berada di daerah pinggiran belum terpenuhi. Karena lulusan dari SD sekitar juga berkurang. Untuk mengantisipasi, kepala sekolah kami sarankan untuk jemput bola ke SD hingga masyarakat sekitar,’’ ujar Mariadi, Rabu (12/6/2024).
Jika merujuk pada tahun-tahun sebelumnya, jarang sekali SMP di Kabupaten Blitar yang bisa memenuhi pagu 100 persen. Penyebabnya karena banyak orang tua yang justru pindah ke luar kota dan juga tidak sedikit yang memasukkan buah hatinya ke pondok pesantren.
Total 49 SMP Negeri dan 59 Lembaga Swasta yang berada dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. Total siswanya pun mencapai 13.696 orang.
Saat ini sudah ada 10.108 siswa yang lolos PPDB, terbagi dari 4 jalur. Yakni zonasi mencapai 5263, afirmasi ada 1409 siswa, prestasi 3278 siswa dan perpindahan tugas orang tua (PTO) 158 siswa.
“Berdasarkan data terbaru kami pada Jumat pukul 11.30 WIB sudah ada 10.108 siswa yang sudah lolos PPDB SMP. Kami menargetkan untuk PPDB SMP tahun ini setidaknya dapat terpenuhi pagu sekitar 90 persen. Sebab, terjadi peningkatan siswa yang sudah lolos PPDB tahun dan PPDB gelombang II hingga 14 Juni,’’ bebernya.
Ada beberapa kendala yang dilaporkan dari operator sekolah hingga orang tua. Salah satunya saat jalur zonasi, sebagian titik koordinatnya tidak muncul dan kurang tepat. Terutama pada sekolah swasta sekolah dasar islam (SDI), karena data yang diambil bukan dari data pokok Pendidikan (dapodik) melainkan dari Education Management Information System (EMIS) data yang dikelola Ditjen Pendidikan Islam.
Syukurnya sebagian masalah itu dapat diselesaikan oleh operator dispendik. Sebenarnya jika operator sekolah dapat mengatasi masalah PPDB, orang tua tidak harus ke dispendik. Namun operator sekolah tentu berperan dalam PPDB kali ini, karena banyak orang tua yang melakukan pendaftaran PPDB ini melalui sekolah secara kolektif.
Sumber: Berita Jatim







