Wecarejatim.com, Pamekasan – Prevalensi stunting di Kabupaten Pamekasan 2,32 persen atau 1.354 balita dari total 59.585 yang tersebar di 13 kecamatan. Angka itu berdasarkan hasil bulan timbang di 21 puskesmas dari Januari hingga Agustus 2024.
Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin mengatakan angka stunting di daerahnya lebih rendah dibandingkan target Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 14 persen pada tahun ini.
Saifudin menjelaskan stunting terjadi karena pola asuh yang kurang tepat, kurang gizi, dan terkena penyakit, sehingga anak gagal tumbuh.
“Hidup terpisah dengan orang tua, seperti perceraian atau kematian juga menjadi faktor stunting,” sambungnya, Rabu (25/9/2024).
Karena itu, berbagai upaya dilakukan pihaknya untuk mencegah stunting, di antaranya melakukan pendampingan terhadap ibu hamil, dan melakukan pengukuran, penimbangan, dan imunisasi terhadap bayi.
Apabila terancam stunting, ungkap Saifudin, pihaknya mengintervensi dengan pemberian makanan tambahan, dan edukasi kepada para orang tua.







