MaduraPamekasan

Sindir Ulah Segelintir Orang, Pengamat Politik: Tak Perlu PSU di 2 TPS Palengaan Daja

×

Sindir Ulah Segelintir Orang, Pengamat Politik: Tak Perlu PSU di 2 TPS Palengaan Daja

Sebarkan artikel ini
IMG 20240226 WA0092

Wecarejatim.com, Pamekasan – Salah satu pengamat politik, I’am Holil menilai, permintaan pemungutan suara ulang (PSU) di 2 tempat pemungutan suara (TPS) Desa Palengaan Daja Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan tak masuk akal.

Permintaan PSU itu disampaikan oleh segelintir orang saat mendatangi kantor PPK kecamatan Palengaan dengan dalih masyarakat tak menerima undangan dan tidak tau pada saat itu pencoblosan.

“Itu alasan omong kosong, di Pamekasan itu tidak ada desa terpencil, dan tidak mungkin tak tahu kalau ada kabar pencoblosan,” terang H I’am

“Kok protesnya sekarang, saat hari H dan sebelum pemilu, kemana,” tukasnya.

Kata I’am seharusnya masyarakat segera menyampaikan protes. Faktanya sampai H+10 juga tidak ada laporan. Segelintir orang itu baru menggugat saat rekapitulasi di tingkat kecamatan rampung.

“Tidak ada alasan kuat bahwa harus ada PSU di dua TPS Desa Palengaan Daja,” ujarnya.

Ia menyarankan, jika ada sengketa hasil atau ketidak puasan kontestan atas hasil penghitungan/rekapitulasi yang sudah berjalan sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada, sebaiknya menempuh jalur yang sah sesuai ketentuan peraturan yang berlaku yaitu Undang2 Pemilu Tahun 2017.

“Silakan gugat ke MK,” tegasnya.

Ia juga menilai jika ada dugaan intimidasi pada para penyelenggara lantaran memaksa menghentikan tahapan rekapitulasi pemilu.

“Apalagi sampai ada provokasi yang menyebabkan terjadinya kegaduhan dan gangguan Kamtibmas,” tandasnya.