MaduraKesehatanPamekasan

Soal Temuan Kasus Polio oleh Kemenkes, Kadinkes Pamekasan Bungkam

×

Soal Temuan Kasus Polio oleh Kemenkes, Kadinkes Pamekasan Bungkam

Sebarkan artikel ini
download 23

Wecarejatim.com, Pamekasan – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Saifuddin memilih bungkam soal temuan kasus polio yang dinyatakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Berkali-kali wecarejatim.com meminta keterangan pada Saifuddin, namun Ia enggan merespon, dan hanya membaca pesan whatsaap.

Wecarejatim.com bahkan berupaya untuk meminta keterangan soal minimnya cakupan imunisasi di Madura termasuk Pamekasan. Hal itu sebagaimana pernyataan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Jumat (5/1/2024).

Namun hingga berita ini ditulis, Saifuddin tak kunjung merespon pertanyaan dari wecarejatim.com.
Terpisah, Pj Bupati Pamekasan, mengaku belum mendapatkan laporan rinci soal kasus polio di Pamekasan. Ia meminta agar para awak media bisa meminta keterangan langsung pada dinas kesehatan.

“Konfirmasi langsung dulu ke Dinas Kesehatan, saya belum dapat laporan detailnya,” singkat Masrukin.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk tidak lagi buang air besar (BAB) sembarangan menyusul munculnya kasus lumpuh layu (flaccid paralysis) atau polio di Klaten, Jawa Tengah dan Pamekasan, Jawa Timur.

Pasalnya virus tersebut dapat memasuki tubuh lewat mulut, air, atau makanan, yang telah terkontaminasi dengan feses dari orang yang terinfeksi.

Buang air besar sembarangan di sungai, selokan, atau kali, dengan air kotor berpotensi terinfeksi virus tersebut.

“Ada program stop BAB sembarangan yang juga harus dilakukan termasuk akses jamban dan air bersih,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi kepada Kompas.com, Jumat (5/1/2024), melansir dari Kompas.com.

Selain itu, pencegahan polio bisa dilakukan dengan mengakses vaksinasi. Nadia menyampaikan, kasus polio bisa muncul karena rendahnya capaian vaksinasi atau imunisasi masyarakat setempat.

Cakupan imunisasi polio di Klaten dan Pamekasan misalnya, masih di bawah 95 persen.

“Cakupan (imunisasi polio) di Klaten baru OPV4 89 persen, IPV 88,6 persen. Kalau di Pamekasan 74 persen IPV, dan OPV4 88 persen,” ucap Nadia.