Wecarejatim.com, Ponorogo – Warga Dukuh Krajan Tengah, Desa Wates, Kecamatan Slahung, Ponorogo, kesulitan air bersih. Kondisi itu mereka rasakan sejak dua bulan terakhir.
Daikun warga RT 2/2 Dukuh Krajan Tengah, Desa Wates mengakui setiap kali kemarau panjang, warga kesulitan air bersih. Mereka hanya mengandalkan sumur dalam untuk keperluan masak.
Itu pun ketika pasokannya menipis, air berubah warna menjadi keruh. Sedangkan untuk mencuci dan mandi, warga harus turun ke sumber air lain, yaitu di sungai yang berjarak 1 km dari pemukiman warga.
“Sumur ini jernih, tapi kalau menipis ya airnya keruh. Ini khusus untuk masak saja, kalau mandi ya nyari air di sumber lain, di sungai lah, jauh di bawah sana jaraknya 1 km,” katanya, Selasa (13/8/2024).
Ia pun mengaku sudah tidak mampu memikul ember air dari sungai untuk keperluan mandi. Selain jaraknya jauh, usianya pun sudah lanjut.
“Seusia saya 65 tahun seperti saya ini nggak mampu memikul dari sungai itu. Kami hanya menunggu kiriman dari BPBD kalau sumur disini ini sudah habis airnya,” tegasnya.
Daikun menjelaskan, kekeringan itu terjadi berulang setiap tahun. Tahun kemarin, mereka kesulitan air bersih hingga di penghujung tahun.
Hal itu karena sumber air yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan air warga. Hal itu diperparah dengan tidak adanya hujan di daerahnya.
Sumber: RRI/Mid







