Madura

Petani Tembakau Madura Tolak RPP Kesehatan

×

Petani Tembakau Madura Tolak RPP Kesehatan

Sebarkan artikel ini
IMG 5993

Wecarejatim.com- Petani tembakau di Madura menjerit. Mereka cemas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Kesehatan akan berdampak kepada hidup mereka. Selama ini para petani menggantungkan hidupnya dari tembakau.

Jika benar-benar ada pembatasan, para petani terancam jadi pengangguran karena mereka tak bisa lagi menanam tembakau seenaknya. Padahal dari sisi petani, mereka hanya menanam hingga membawa tembakau dibeli dan dimasukkan ke gudang pengumpulan.

Bahkan saat musim kemarau, petani tembakau semringah. Seperti pertumbuhan tembakau di Pamekasan, Madura yang tahun ini meningkat. Kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat sekitar karena otomatis mereka mendapat pekerjaan.

Haji Her menilai perlu pertimbangan serius terkait rencana pengesahan RPP Kesehatan. Apalagi Madura merupakan sentra petani tembakau dan saat ini produksi rokok di sana mulai meningkat. Tembakau berperan menggerakkan perekonomian petani dan pengusaha rokok di Madura.

Produksi tembakau pun membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat. Keberadaan perusahaan rokok mampu mengurangi pengangguran.

“Dampak positifnya sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Perusahaan di Madura cukup besar pengaruhnya mengurangi pengangguran. Bahkan, bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya perusahaan rokok dari daerah,” kata Haji Her

Menurutnya, pengesahan RPP justru bisa menghancurkan semua itu. Pengangguran di Pamekasan dipastikan akan bertambah dan masyarakat kembali kesulitan ekonomi. Ia pun berharap RPP Kesehatan dibatalkan, sehingga ekosistem pertembakauan tetap berjalan baik di Madura.

“Kami sepenuhnya tidak setuju, apabila rencana UU Kesehatan ini turun (digedok) akan mencekik para petani tembakau, terutama di Madura. Kami dari Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) tetap memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan petani tembakau secara meluas,” jelasnya.

Setali tiga uang, Alfian, pengusaha rokok Jawara asal Pamekasan menilai RPP Kesehatan hanya akan menambah kesengsaraan para pekerja tembakau. Apalagi, saat ini perusahaan sedang mulai bangkit dan menyerap banyak tenaga kerja. Ia juga telah memperluas jaringan dengan menambah lahan produksi rokok.

Ia meminta Kementerian Kesehatan tidak tergesa-gesa mengesahkan RPP Kesehatan. Aturan tersebut, ungkap Alfian, akan sangat merugikan masyarakat di sentra tembakau seperti Madura.

Menurutnya, masyarakat Pamekasan sudah turun-temurun menjadi petani tembakau. Jika RPP Kesehatan diterapkan, maka tradisi tersebut akan punah dan Madura tidak lagi menjadi penghasil tembakau terbaik.

Sumber:Detikcom//Redaksi