Wecare Jatim- Mohammad Hengki Fernando, santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, berhasil menyumbangkan medali perak untuk Jawa Timur pada lomba Stand Up Comedy ala santri dalam gelaran Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (POSPENAS) ke-IX yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, yang digelar di Kota Surakarta Jawa Tengah.
Hengki mengaku tidak mengetahui jika dirinya didaftarkan oleh pembina sekaligus pelatihnya ustaz Mujiburrohman ke POSPENAS melalui Kanwil Kemenag Jatim.
“Jujur saya tidak tau kalau diri saya didaftarkan POSPENAS, lomba stand up comedy lagi, karena saya merasa tidak berbakat dalam bidang tersebut,” ungkapnya, dilansir dari beritajatim.com, Rabu (30/11/2022).
Ia terkejut dan ragu setelah mengetahui dirinya menjadi salah satu peserta lomba Stand Up Comedy ala santri, karena latar belakangnya merupakan keterampilan ilmiah dan sastra puisi, sehingga tidak memiliki banyak materi lawak.
“Ketika tau saya didaftarkan saat balik dari rumah, spontan saya kaget dan menghadap ustaz Mujib menyampaikan keraguan saya dan menanyakan pertimbangan kenapa saya didaftarkan,” katanya.
Setelah melakukan latihan dan mematangkan materi Stand Up, alhasil Hengki berhasil menyumbangkan medali pertama untuk kontingen Jawa Timur.
“Saya bangga bisa mengharumkan nama Pondok Pesantren Nurul Jadid dan menjadi satu-satunya santri Probolinggo di level nasional yang berhasil menyumbangkan medali pertama untuk Jawa Timur meskipun harapannya adalah emas, saya sangat bersyukur Alhamdulillah ini tidak lepas berkat barokah dan doa para majelis keluarga masyayikh Nurul Jadid,” ungkapnya.
Sementara itu, ustaz Mujiburrohman membenarkan jika ia mendaftarkan Hengki tanpa sepengetahuan yang bersangkutan, hal tersebut disebabkan saat itu Pondok Pesantren Nurul Jadid sedang memasuki masa libur Pesantren, dan semua santri sedang berada di rumah masing-masing.
“Betul, saya mendaftarkan Hengki tanpa sepengatahuan anaknya karena lomba Stand Up Comedy ini diadakan mendadak, dan kami diminta untuk segera menyetorkan identitas peserta berdasarkan petunjukan kanwil kemenag Jatim,” terang ustaz Mujib.
Menurut Ustaz Mujib, Hengki merupakan santri yang memiliki semangat yang sangat tinggi, hal itu dinilainya merupakan modal utama dalam mengikuti perlombaan.
“Saya memilih Hengki karena sudah kenal sejak lama dan anaknya aktif ikut lomba meskipun bukan lawak. Tapi paling tidak ada tiga hal yang memantapkan saya memilih Hengki yaitu mentalitas, kemandirian, dan sikap positifnya sebagai modal utama bertanding,” tambahnya.
Diketahui, pada Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (POSPENAS) ke – IX yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, total ada dua ribu lebih santri atlet dan peserta POSPENAS dari 34 provinsi se Indonesia, kontingen Kemenag Jatim mengutus sekitar 101 atlet dan peserta.
(Redaksi)







