Pendidikan

Siswa SMKN 10 Malang Berhasil Bikin Kendaraan Anti Banjir

×

Siswa SMKN 10 Malang Berhasil Bikin Kendaraan Anti Banjir

Sebarkan artikel ini
IMG 6596

Wecarejatim.com- Para siswa SMKN 10 Malang membuat prestasi membanggakan dengan membuat kendaraan listrik yang tahan meskipun melintasi medan banjir. Tidak hanya satu kendaraan, mereka berhasil membuat kendaraan jenis mobil dan sepeda motor.

Untuk mobil mereka membuat 2 tipe yaitu kendaraan angkut wisata tipe carry yang bisa mengangkut 6 orang sekaligus, dan mobil hardtop wisata dengan kapasitas 4 orang. Sementara untuk sepeda motor, mereka berhasil menciptakan sepeda motor listrik dengan gaya klasik chooper dengan penggerak baterai atau BLDC hingga 2.000 Watt dengan kapasitas baterai 72 volt.

Guru SMKN 10 Malang, Shodiq mengatakan jika pengenalan pada kendaraan listrik memang tengah digencarkan pihak sekolah. Pasalnya kendaraan listrik adalah kendaraan masa depan untuk menggantikan kendaraan dengan bahan bakar fosil. Oleh karena itu pihak sekolah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) siswa yang siap merakit kendaraan listrik.

Ia mengatakan jika para siswa dibekali petunjuk teknis pembuatan kendaraan listrik agar memudahkan pelaksanaan riset. Ia juga membeberkan jika biaya perakitan kendaraan listrik lebih murah menggunakan dana swadaya.

“Kita belum mendapatkan anggaran dari komponen sekolah, karena memang teknologi baru sehingga harus banyak riset. Jadi banyak sekali kegagalan saat eksperimen, tapi itu jadi tantangannya,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (20/12/2023).

Meskipun penuh keterbatasan, para siswanya berhasil membuat tiga tipe kendaraan listrik diantaranya tipe mobil angkut wisata, mobil hardtop, dan sepeda motor listrik. Ketiganya membutuhkan waktu 2 tahun hanya untuk riset, karena mereka harus melakukan banyak studi banding ke beberapa tempat untuk mengembangkan komponen baterai dan mesin kendaraan.

Untuk kendaraan mobil listrik angkutan wisata carry, mereka menggunakan baterai dari aki biasa. Sementara mobil listrik tipe hardtop menggunakan lithium-ion. Kedua kendaraan ini memiliki daya baterai 144 volt sehingga bisa menempuh jarak sekitar 30 kilometer sekali charge penuh.

Shodiq mengungkap jika sebenarnya mereka telah membuat 4 unit seperti motor listrik. Selain sepeda motor dengan gaya klasik chooper, ada 2 kendaraan listrik dengan mesin matic dan satu kendaraan listrik dengan mesin bebek.

Setiap kendaraan sepeda motor listrik ini memiliki daya baterai 72 volt dengan menggunakan mesin 4.000 watt. Sehingga sekali charge penuh bisa menempuh jarak sekitar 40 kilometer. Sekali charge, baterai ini membutuhkan waktu 4-5 jam agar penuh, dan membutuhkan daya listrik 900 watt di rumah.

Kepala Program Keahlian Otomotif SMKN 10 Malang, Aditya Sukma Wijaya mengatakan jika beberapa kendaraan listrik mereka telah diuji di jalanan. Contohnya sepeda motor listrik jeni matic yang mereka kembangkan mampu menerjang hujan dan banjir di Kota Malang.

“Untuk modifikasi sepeda motor matic kita menggunakan konsep agak tinggi agar jangan sampai ada air yang masuk ke bagian controller atau modul listriknya. Sehingga aman dari air karena ketutup semua. Sementara di motor Chopper itu kemarin belum sampai pengujicobaan ketika hujan,” ujarnya.

Begitu juga untuk mobil hardtop juga telah diuji coba dan dinyatakan lulus untuk menembus hujan san banjir di Kota Malang. Sayangnya untuk mobil carry angkutan wisata belum dilakukan uji coba karena masih ada komponen yang belum terlindungi, sehingga dikhawatirkan akan rusak saat kemasukan air.

Kendaraan yang telah diuji coba telah melakukan perjalanan dengan lancar sejauh 15 kilometer di jalanan Kota Surabaya. Kemudian juga diuji coba saat pameran di Surabaya, mereka menempuh perjalanan 7 kilometer dari SMKN 6 Surabaya menuju Gedung Grahadi Surabaya, kemudian dilanjutkan perjalanan 8 kilometer ke Maspion.

Sumber:IDNtimescom//Redaksi