PendidikanSosial

Tren Gaya Busana Sebagai Identitas Diri di Kalangan Gen Z

136
×

Tren Gaya Busana Sebagai Identitas Diri di Kalangan Gen Z

Sebarkan artikel ini
F1FB789E 3287 402B A52D B0200523FC91


Wecarejatim.com – Dalam beberapa tahun terakhir, tren gaya busana telah mengalami perubahan yang signifikan di kalangan Gen Z. Gen Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dan dianggap sebagai generasi yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya dalam hal nilai, keyakinan, dan perilaku sosial. Gen Z juga terkenal karena kreativitas dan inovasi mereka dalam mengekspresikan diri, termasuk dalam hal gaya busana.

Tren gaya busana menjadi salah satu cara paling umum dan efektif bagi Gen Z untuk mengekspresikan diri dan menciptakan identitas diri mereka sendiri. Gaya busana yang dipilih dapat mencerminkan kepribadian, minat, dan nilai-nilai mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi tren gaya busana di kalangan Gen Z, terutama peran social media dan pengaruh celebrity. Hal ini menunjukkan perubahan dalam sumber inspirasi dan pengaruh pada tren gaya busana di kalangan Gen Z, yang lebih terkait dengan digital world dan popular culture.

Fashion berasal dari bahasa latin “factio” yang artinya membuat atau melakukan, bagi generasi z sendiri fashion merupakan bentuk ekspresi diri. Istilah ini didefinisikan dengan model industri sebagai tren fashion kini yang berada dalam jangkauan masyarakat awam, terutama anak muda atau yang saat ini disebut Gen Z, hal ini memberi orang kepercayaan diri dan keberanian.
Fashion dan Gen Z adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena itu banyak pasar yang menggunakan Gen Z sebagai target marketing mereka dengan sifatnya yang konsumtif dan mudah terobsesi oleh suatu hal. Dalam teori fashion yang beredar di kalangan Gen Z, ada 5 jenis konsumen yaitu:

1) Sosial, yaitu seseorang yang mengikuti fashion dari hal hal di sekitarnya seperti
masyarakat sosial.

2) Trendi, seseorang yang Trendi adalah dia yang mengikuti tren terbaru fashion yang beredar di media. Beberapa contoh fashion trend akhir akhir ini adalah Y2k, Acubi, Vintage, Cottage, Grunge, Gothic, Streetwear Dll.

3) Brand, adalah seseorang yang hanya mengikuti fashion dari brand tertentu yang ia sukai seperti Gucci, Nike, Channel Dll.

4) Apa adanya, adalah seseorang yang tidak mengikuti trend fashion maksudnya adalah dia hanya mengenakan atau membeli busana basic yang tidak akan termakan oleh zaman.

5) Tradisi, maksudnya adalah seseorang yang berfokus pada busana daerahnya sebagai identitas.

Fashion sendiri memiliki dampak buruk karena pakaian merupakan bagian dalam konstruksi kelompok sosial atau identitas atau tatanan sosial, fashion merupakan objek yang sarat dengan citra dan gaya hidup, selain itu fashion biasa dijadikan sebagai cara seseorang untuk masuk dan dianggap sebagai kelas sosial tertentu.

Ada berbagai macam tahapan perkembangan yang terjadi dalam masyarakat yang mengidentifikasi fashion sebagai konstruksi identitas, yaitu masyarakat Tradisional, modern dan pasca-modern. Juga terdapat masyarakat yang menganggap bahwa fashion tak lebih dari aktivitas konsumsi semata dengan benda yang berada di pasaran.

Dalam era digital yang semakin berkembang, tren gaya busana di kalangan Gen Z dapat menjadi indikator penting dalam memahami kebudayaan dan tren sosial yang berkembang saat ini. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana faktor-faktor yang membentuk dan mempengaruhi tren gaya busana, sehingga dapat memberikan pandangan yang lebih luas dalam memahami identitas diri kalangan Gen Z.

Oleh: Shella Marshanda, Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga