PariwisataPemerintahanPendidikan

Disparbud Lamongan Mengajak Anak Muda Menjelajahi Museum Dan Cagar Budaya

×

Disparbud Lamongan Mengajak Anak Muda Menjelajahi Museum Dan Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini
IMG 20221124 141045

Wecare Jatim- Untuk menguatkan rasa cinta dan melestarikan cagar budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan mengajak kaum muda Lamongan melakukan jelajah museum dan cagar budaya, Rabu (23/11/2022).

Kali ini, kegiatan jelajah digelar dengan mengunjungi dua lokasi bersejarah yang berada di Kecamatan Paciran. Dua lokasi tersebut yaitu Museum Sunan Drajat di Desa Drajat dan Makam Sunan Sendang di Desa Sendangduwur.

Kegiatan jelajah ini diikuti oleh 50 peserta yang meliputi Finalis Yak-Yuk Lamongan, influencer, selebgram, insan jurnalis, dan lainnya. Mereka didampingi oleh Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan, Disparbud Lamongan, Edy Suprapto beserta staf.

Di Museum Sunan Drajat yang dibangun tahun 1992 itu, para peserta disuguhkan sekitar 691 koleksi benda-benda bersejarah. Sedangkan di Makam Sunan Sendang, peserta dapat melihat bangunan tua seperti gapura bentar, gapura paduraksa, sumur paidon, sumur giling, dan masjid tiban setempat.

Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah menyampaikan bahwa kegiatan jelajah ini bertujuan untuk mempromosikan, melestarikan cagar budaya dan memperkuat identitas budaya. Dengan begitu, pemahaman dan pengetahuan kawula muda tentang sejarah dan cagar budaya pun semakin meningkat.

“Kegiatan ini juga digelar dalam rangka meningkatkan keilmuan sejarah dan cagar budaya generasi muda Lamongan. Selain itu, juga agar dapat menanamkan kecintaan mereka terhadap situs dan budaya yang ada. Sehingga memahami bagaimana sikap saat berhadapan dengan aksi vandalisme cagar budaya,” ujar Rubikah, dilansir dari beritajatim.com, Jumat (25/11/2022).

Secara rinci, Rubikah menjelaskan, para kawula muda Yak-Yuk Lamongan yang mengikuti kegiatan jelajah ini diedukasi secara mendalam tentang nilai sejarah, peradaban tempo dulu, perjuangan para tokoh terdahulu, kesenian, hingga benda, situs, dan ajaran yang saat ini masih terjaga.

Tak cukup itu, tutur Rubikah, para peserta kegiatan jelajah ini nantinya juga diharapkan mampu membuat sketsa, menulis artikel, sampai story telling mengenai cagar budaya. Kemudian, apa yang mereka dapatkan itu disebarluaskan melalui media sosial mereka masing-masing.

“Seluruh peserta jelajah dari Yak-Yuk Lamongan ini diharuskan membuat postingan melalui medsos. Mengeksplorasi pengalamannya di dua lokasi itu melalui vlog maupun story visual yang komunikatif,” paparnya.

Lebih lanjut, Rubikah mengungkapkan, banyak objek dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lamongan yang memiliki daya tarik luar biasa. Oleh karenanya, kata Rubikah, Pemkab Lamongan melalui Disparbud terus meningkatkan pengelolaan dan pembangunan sarana prasarananya.

“Telah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan yakni lebih intensif mengenalkan wisata Lamongan baik wisata alam, buatan, religi maupun wisata budaya agar lebih dikenal masyarakat luas. Bahkan juga pembangunan mental generasi muda agar lebih peka dan peduli terhadap sejarah dan cagar budayanya,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan jelajah museum dan cagar budaya, Dyah Ayu mengaku senang dengan kegiatan semacam ini. Selain bisa jalan-jalan, ia juga bisa belajar sejarah Lamongan, bahkan bisa melihat langsung situs bersejarah di Kecamatan Paciran.

Diungkapkan Dyah, sebagai generasi yang lahir di era millenial, kegiatan literasi budaya seperti ini merupakan suatu hal yang sangat penting bagi dirinya. “Bangga, karena bagi kami, kegiatan ini sangat penting untuk penguatan identitas budaya dan bangsa, serta menambah kecintaan terhadap cagar budaya,” tutupnya.

(Redaksi)