Madura  

Mahasiswa KKN UTM Sosialisasikan Kacang Tanah Jadi Kaconk

Wecarejatim.com, Bangkalan, Pemanfaatan kacang tanah untuk dijadikan makanan siap saji di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur masih belum maksimal.

Hal tersebut yang menjadi perhatian mahasiswa KKN 119 Universitas Trunojoyo Madura untuk membuat terobosan makanan siap saji dengan bahan dasar kacang tanah di Desa Keleyan, Kecamatan Socah.

Biasanya masyarakat Desa Keleyan menjual kacang tanah ke pasar, tidak untuk dibuat produk atau diolah menjadi makanan seperti kue atau makanan siap saji yang bisa mengangkat perekonomian masyarakat.

Menurut Ricki salah satu mahasiswa KKN 119 UTM mengatakan bahwa proses pembuatan makanan siap saji dengan nama Kaconk (kacang coklat khas keleyan) adalah jawaban bagi para petani yang kebingungan untuk menjual hasil panen kacang tanah.

“Dengan kue siap saji yang bernama Kaconk, kita berharap menjadi bahan untuk kebangkitan social ekonomi masyarakat di desa keleyan,” kata dia, Senin (20/06/2022).

Sementara menurut Adiyono selaku dosen pembimbing KKN 119 UTM mengungkapkan bahwa mahasiswa yang melaksanakan pengabdian ke masyarakat memang diwajibkan untuk membantu dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi di tempat mereka melaksanakan KKN.

Hal itu sesuai dengan tri darma perguruan tinggi yang ketiga yaitu pengabdian. Semoga dengan adanya Kaconk mampu menjawab semua keresahan yang terjadi pada petani kacang tanah di desa keleyan.

Pelatihan pembuatan Kaconk (kacang coklat khas keleyan) selain melibatkan perangkat desa keleyan juga mengajak ibu-ibu dari petani kacang tanah. Saat mengikuti kegiatan mereka sangat merespon positif kegiatan tersebut.

Dini Roma salah satu warga desa keleyan mengatakan bahwa Kaconk (kacang coklat khas keleyan) salah satu hasil olahan mahasiswa adalah solusi yang cocok untuk kita para ibu-ibu di desa keleyan.

“Karena selama ini kacang tanah hanya dijual ke pasar dengan harga standart tapi dengan adanya Kaconk insyallah bisa mengangkat ekonomi para masyarakat di desa keleyan”ungkap dia.

Mahasiswa KKN 119 UTM berharap inovasi yang telah diberikan kepada masyarakat Keleyan dapat mengembangkan pengolahan kacang tanah menjadi produk makanan atau lain-lainnya yang banyak diminati oleh masyarakat sehingga mendapat keuntungan yang lebih besar dibandingkan dijual dalam bentuk kacang mentah. Serta ada pendampingan serius dari pemerintah kabupaten bangkalan. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *